Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima mengalokasikan anggaran Rp4,5 miliar untuk untuk perbaikan jalan di Kecamatan Madapangga dan Woha. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons tuntutan masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, Taufik, ST., MT., mengatakan keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus menentukan wilayah yang menjadi prioritas penanganan perbaikan jalan.
Menurutnya, berbagai aspirasi dan tuntutan masyarakat terkait perbaikan jalan di sejumlah wilayah, pemerintah daerah hanya mampu mengakomodasi dua wilayah di Kecamatan Madapangga dan Woha.
“Jujur saja untuk tahun ini meskipun permintaan demo di mana-mana, tetapi yang bisa kami tampung hanya ada dua yaitu Woha sama Madapangga,” kata Taufik, Kamis (5/11).
Ia menjelaskan, penanganan di wilayah Madapangga difokuskan pada ruas jalan dari Cabang Bolo menuju Ndano, Desa Monggo. Sebagian penanganan juga diarahkan ke jalan menuju Cabang Kampila. Anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan ruas jalan tersebut sekitar Rp4,5 miliar.
“Saya pastikan melalui anggaran sekarang sudah dialokasikan Rp4,5 miliar untuk Kecamatan Madapangga, untuk menangani Bolo ke Ndano dan sebagian ada dari desa menuju ke Cabang Kampila,” jelasnya.
Taufik menegaskan, alokasi anggaran tersebut merupakan kemampuan anggaran yang dapat disediakan pemerintah daerah. Pasalnya, kebutuhan penanganan jalan cukup besar, sementara anggaran yang tersedia tidak memungkinkan mengakomodir seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah, walaupun dananya terbatas, tetapi mohon dimaklumi itulah kemampuan yang ada,” katanya.
Sebelumnya, Taufik mengungkapkan panjang jalan kabupaten mencapai 803 kilometer, sementara tingkat kemantapan jalan baru sekitar 52 persen. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan anggaran untuk penanganan jalan jauh lebih besar dibandingkan kemampuan APBD.
Keterbatasan anggaran juga membuat pemerintah memprioritaskan penanganan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi di lapangan. Untuk tahun ini, aspirasi masyarakat terkait jalan di Madapangga dan Woha menjadi bagian yang dapat diakomodasi pemerintah.
Taufik berharap penanganan yang dilakukan melalui anggaran yang tersedia dapat menjawab sebagian kebutuhan masyarakat, terutama pada ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai prioritas. (hir)



