Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mengajak seluruh warga sekolah dan elemen masyarakat bersama menjaga anak-anak dari perilaku negatif. Ajakan tersebut menyusul kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan pelajar di Kota Mataram.
Sebagai penegasan Dinas Pendidikan Kota Mataram telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) berupa imbauan menjaga pelajar. Surat edaran tersebut akan menjadi pedoman sekaligus langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita sekarang sudah mengeluarkan imbauan. Jadi kita mengajak semua dari pihak sekolah, warga sekolah, dan warga masyarakat, terutama orang tua, untuk tetap menjaga putra-putrinya. Kita bersama-sama,” ujarnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Kamis (5/11).
Semua elemen, kata Yusuf, mempunyai tanggung jawab yang sama atas masa depan anak-anak. Karena itu, perlu kolaborasi yang kolektif untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi mereka.
“Kalau sudah mereka berada di luar sekolah, kita punya tugas bersama. Mari kita jaga anak-anak kita demi keberlanjutan mereka untuk menempuh pendidikan yang layak,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Disdik telah mengajak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, untuk terus menyosialisasikan tata tertib serta aturan masing-masing sekolah. Langkah tersebut diharapkan dapat turut serta berkontribusi dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang tertib dan kondusif.
“Tentu SOP ini yang bersifat mendidik dan juga ada yang bersifat memberi sanksi,” tegasnya.
Di samping itu, pihaknya juga terus mengimbau sekolah tentang upaya menjaga keamanan siswa. Dengan langkah tersebut, potensi kasus serupa dapat diperkecil. “Sebelum kejadian sudah kami imbau. Tetapi pasca kejadian ini tetap terjadi, makanya ini sebagai pembelajaran kita, jangan sampai terjadi kembali kejadian-kejadian seperti itu,” pungkasnya. (sib)



