Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 41 sekolah jenjang SMA/SMK di NTB, mulai melaksanakan Japan Learning Center (JLC). Lembaga tersebut akan menjadi pusat pembelajaran bagi siswa yang ingin melanjutkan karir kerja di Jepang.
Pembelajaran bahasa Jepang kini terus diintensifkan. Bahkan, materi mulai diberikan sejak siswa masih di kelas XI. Penyaluran materi masih dilakukan melalui program ekstrakurikuler sekolah. Pasalnya, tenaga pendidik dengan latar belakang Bahasa Jepang masih terbatas, sehingga penerapan menjadi mata pelajaran tersendiri masih sulit.
“Alhamdulillah sudah mulai berjalan,” kata Kepala Bidang SMK-PK, Dikpora NTB, Hasbi, Kamis (5/11).
Dikpora NTB sebelumnya hanya mempersiapkan JLC di 31 titik di NTB. Namun, jumlah tersebut kini bertambah hingga kini mencapai 41 sekolah. Hasbi menyebut, empat tujuan utama keberadaan JLC di sekolah. Pertama, memastikan siswa memiliki soft skill sesuai kebutuhan ketenagakerjaan di Jepang.
Kedua, meningkatkan pengetahuan pariwisata dan budaya NTB serta di tingkat nasional. Ketiga, sebagai upaya untuk menambah pengetahuan tentang kebudayaan Jepang.
“Serta memahami dan bisa berbicara Bahasa Jepang serta memiliki sertifikat N4,” terangnya.
Sertifikat N4 itu merupakan salah satu berkas penting sebagai bukti resmi tingkat kemahiran Bahasa Jepang dasar yang dikeluarkan melalui ujian standar internasional.
Pelatihan bahasa melalui JLC ini merupakan bagian dari program SMK Mendunia. Kompetensi siswa, terutama bahasa dan pengenalan budaya terus digenjot. Selain untuk mengurangi angka pengangguran, program tersebut diharapkan dapat membawa SMK Mendunia. (sib)



