BerandaEKONOMIBulog Tambah Enam Gudang Baru di NTB

Bulog Tambah Enam Gudang Baru di NTB


Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog NTB menambah enam gudang penyimpanan beras di NTB. Enam gudang tersebut dibangun di Pulau Lombok dan Sumbawa, yang tersebar di cabang Bima, Lombok Timur, dan Sumbawa.


Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan Kapasitas gudang baru ini bervariasi, mulai dari 1.000 ton hingga 3,5 ribu ton yang akan dibangun di wilayah Lombok. Saat ini, total infrastruktur penyimpanan Bulog di NTB mencakup 16 gudang milik sendiri dengan kapasitas 117 ribu ton.


“Ditambah sekitar 150 ribu ton dari penyewaan gudang swasta, sehingga total kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 250 ribu ton lebih,” ujarnya pekan kemarin.


Adapun saat ini, total stok pangan yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 270 ribu ton, jumlah ini cukup untuk 26 bulan ke depan. Bahkan, hingga kini Bulog masih melakukan serapan di tingkat petani. Serapan yang dilakukan Bulog tidak hanya pada komoditas gabah, tetapi juga jagung.


Untuk komoditas jagung saja, Bulog tercatat telah menyerap sekitar 65 ribu ton. Sementara itu, progres serapan gabah dan beras secara keseluruhan telah mencapai 97,58 persen pada minggu pertama November. Bulog optimis target serapan sebanyak 240.000 ton dapat terealisasi 100 persen pada minggu kedua bulan ini.

Distribusi ke Luar Daerah



Karena kebutuhan gabah di NTB dinilai sudah sangat cukup, Bulog berencana untuk mendistribusikan hasil panen petani ke luar daerah. Ia mengaku telah mengusulkan pengiriman sekitar 25 ribu cadangan pangan ke sejumlah wilayah. Di antaranya 60 persen dikirim ke Nusa Tenggara Timur (NTT), disusul Bali dan DKI Jakarta. Bahkan, Bulog berencana melakukan pengiriman ke wilayah timur seperti Ambon dan Papua.


“Kami sudah berkoordinasi dengan pusat untuk menggerakkan stok yang ada di NTB supaya gudang tidak terlalu penuh, lalu dikirim ke teman-teman di wilayah Timur, NTT, DKI, dan Bali guna kesiapan menghadapi semester pertama 2027,” jelasnya.


Di samping itu, di tengah dinamika harga, Bulog terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah kota/kabupaten, serta pemerintah provinsi.


“Fokus kita itu distribusi SPHP diarahkan ke pasar-pasar rakyat seperti SP2KP serta Rumah Pangan Kita (RPK) di tingkat kelurahan dan kecamatan,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat agar tidak melakukan panic buying, karena ketersediaan stok dipastikan aman. Sinergi bersama dinas terkait serta kepolisian (Polda/Polres) melalui Gerakan Pangan Murah juga terus digeliatkan sesuai permintaan masyarakat.


“Bulog siap melakukan serapan gabah, beras, dan jagung, dan kami pastikan stok aman untuk mengawali tahun 2027,” pungkasnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO