BerandaHEADLINEPersiapan Dimatangkan, Gubernur Miq Iqbal: PON XXII/2028 Harus Sukses, Berprestasi, dan Bermartabat

Persiapan Dimatangkan, Gubernur Miq Iqbal: PON XXII/2028 Harus Sukses, Berprestasi, dan Bermartabat

Mataram (Suara NTB) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.
Penyelenggaraan ini dirancang melalui pembagian peran antardaerah, termasuk dukungan DKI Jakarta untuk sejumlah cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas dengan standar khusus.


Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, PON XXII/2028 harus sukses dalam penyelenggaraan, melahirkan prestasi melalui kompetisi yang jujur, serta menjadi ajang olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas dan persatuan bangsa.


Penegasan tersebut disampaikan Gubernur melalui Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, Ahad (8/11).
Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah mendengar dan mencermati berbagai perkembangan, kritik, serta masukan masyarakat mengenai persiapan PON.


Seluruh perhatian tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian dan semangat bersama agar NTB mampu menyelenggarakan ajang olahraga nasional itu dengan sebaik-baiknya.


Menurut Gubernur, optimisme harus dibangun beriringan dengan perencanaan yang realistis, terutama dalam memenuhi kebutuhan anggaran, fasilitas, dan dukungan penyelenggaraan.


Untuk itu, Pemprov NTB telah menjadwalkan pembahasan khusus bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, kementerian terkait, serta KONI Pusat.
Pembahasan juga akan dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan pembagian venue dan lokasi pertandingan berdasarkan kesiapan serta kemampuan masing-masing daerah.


Dalam skema tersebut, DKI Jakarta disiapkan untuk mendukung penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas berstandar khusus.


Pembagian peran ini akan membuat kebutuhan penyelenggaraan lebih proporsional, sekaligus mengoptimalkan kemampuan masing-masing daerah sehingga tidak membebani NTB dan NTT secara berlebihan.


“Kita memiliki waktu pada 2027 dan 2028 untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan maksimal. Mari kita bangun optimisme bersama. Kami akan terus mendengarkan masukan, kritik, dan saran, bahkan berbagai pandangan yang mungkin kurang menyenangkan sekalipun. Semua itu harus menjadi pemicu untuk memperbaiki dan menyempurnakan persiapan,” demikian pesan Gubernur.


Sebagai langkah memperkuat kesiapan organisasi, Gubernur telah memerintahkan Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, untuk segera memproses pembentukan Panitia Besar (PB) PON, termasuk menyiapkan struktur organisasi dan personel yang akan menjalankan tahapan persiapan.

Pembentukan PB PON diharapkan menjadi fondasi koordinasi, pembagian tanggung jawab, dan pengendalian pelaksanaan persiapan secara lebih terarah.
Bappeda, BKAD, dan seluruh perangkat daerah terkait juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota sesuai bidang tugas masing-masing. Langkah ini diperlukan agar kebutuhan perencanaan, penganggaran, fasilitas, dan dukungan teknis dapat dipetakan sejak awal serta ditindaklanjuti secara terpadu.


Di sisi prestasi, Gubernur menegaskan bahwa NTB tetap menargetkan peningkatan capaian dibandingkan PON XXI. Namun, prestasi tersebut harus diperoleh melalui kemampuan, kualitas, dan perjuangan para atlet, bukan karena keuntungan sebagai tuan rumah. Keberhasilan penyelenggaraan tidak boleh dipisahkan dari kehormatan kompetisi.


Sejalan dengan itu, Ketua KONI NTB, H. Mohan Roliskana, menyatakan akan melakukan pemetaan potensi prestasi setiap cabang olahraga melalui pendekatan sport intelligence, dengan tetap mengedepankan prinsip sportivitas.


“Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik dengan prestasi yang diperoleh secara jujur, karena kualitas atlet yang bertanding dan semangat juangnya, bukan semata-mata karena kita menjadi tuan rumah,” tegas Mohan.


Gubernur Miq Iqbal mengingatkan bahwa PON bukan semata-mata ajang perebutan medali, melainkan juga ruang untuk merawat persaudaraan, kejujuran, dan persatuan sebagai bagian dari semangat kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa.


Karena itu, keberhasilan PON XXII/2028 harus dibangun melalui persiapan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan komitmen menjaga kehormatan olahraga.

NTB ingin mencatat sejarah sebagai tuan rumah yang sukses menyelenggarakan PON, menghadirkan prestasi secara terhormat, serta memperkuat persatuan dan kebanggaan bangsa. Sebab, PON yang benar-benar berhasil bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga meninggalkan teladan tentang sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan dalam berkompetisi. (r/ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO