Minggu, Maret 15, 2026

BerandaNTBTingkatkan Kesehatan Mental PMI dengan JWARA

Tingkatkan Kesehatan Mental PMI dengan JWARA

Mataram (Suara NTB) – Rumah Perempuan Migran (RPM), Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram, dan MDW-Recharge Hub The Chinese University of Hong Kong (CUHK) menggagas program kolaboratif bertajuk “Jemari Jiwa Migran (JWARA)”. Program ini hadir sebagai upaya meningkatkan kesehatan mental Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terkait migrasi aman serta ketahanan keluarga.

Perwakilan RPM Moch Farizy Agatha Pratama, menjelaskan, dalam memberikan edukasi kepada calon PMI dan keluarganya, banyak agenda kegiatan yang dilakukan. Termasuk, tim JWARA melakukan “Diseminasi: Memahami Kondisi Mental Pekerja Migran Melalui Edukasi Kesehatan Mental di Lombok Barat” Selasa, 2 Desember 2025.

Acara ini, tambahnya, memaparkan hasil project selama kegiatan dari Maret hingga September 2025 dalam bentuk policy brief yang ditujukan kepada pemerintah desa, NGO lokal, dan lembaga terkait. Diseminasi tersebut melibatkan Inna Marie Tan Abrogena (Project Officer MDW-Recharge Hub CUHK), Ni Kadek Eny Hernawati (Tim Perlindungan dan Pemberdayaan BP3MI NTB), Wahyu Husni Ilmi, M.Psi., Psikolog (Badan Narkotika Nasional NTB), dan H. Kadarusna, SH (Penelaah teknis kebijakan Disnakertrans NTB) sebagai pembicara.

‘’Program JWARA diharapkan mampu menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan keluarga PMI serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental, migrasi aman, dan pemberdayaan keluarga yang ditinggalkan,’’ terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin, 9 Desember 2025.

Rangkaian kegiatan JWARA dimulai dengan pelatihan modul kesehatan mental bersama MDW-Recharge Hub CUHK pada 15 Maret 2025. Pelatihan ini diberikan kepada Tim JWARA untuk membekali mereka dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis gangguan mental, penyebabnya, hingga cara penanganannya. Pembekalan tersebut menjadi dasar sebelum tim melakukan webinar dan turun langsung ke lapangan.

Sebagai pembuka program, tim JWARA menyelenggarakan Webinar “Bincang Hangat Kesehatan Mental Pekerja Migran: Merangkul Pundaknya, Menyembuhkan Jiwanya” pada 1 Juni 2025. Webinar ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada pekerja migran, purnamigran, serta keluarga mereka mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, termasuk risiko yang muncul ketika masalah psikologis diabaikan.

Program kemudian berlanjut dengan “Jwara Talks: Coping Stress Mechanism” pada 8 Agustus 2025. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai cara mengelola stres, terutama bagi keluarga PMI yang kerap menghadapi tekanan emosional akibat beban peran ganda maupun kondisi sosial ekonomi di rumah.

Setelah proses edukasi awal, tim JWARA melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada 11 dan 28 Agustus 2025 di Dusun Perempung, Desa Banyu Urip. FGD menjadi ruang dialog antara tim JWARA dan keluarga migran untuk menggali pengalaman, tantangan psikologis, serta perubahan peran sosial yang terjadi saat anggota keluarga bekerja ke luar negeri. Hasil FGD menjadi rujukan penyusunan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.

Untuk memberikan ruang relaksasi sekaligus penguatan mental bagi keluarga migran, JWARA menyelenggarakan Workshop Meronce sebagai Stress Relief pada 12 September 2025. Kegiatan ini ditujukan terutama bagi perempuan agar dapat mengekspresikan diri melalui aktivitas kreatif yang sederhana namun bermanfaat.

Program di lapangan ditutup dengan Sosialisasi “Mewujudkan Pekerja Migran yang Siap dan Sejahtera: Aman dalam Bermigrasi, Cerdas dalam Keuangan, Sehat dalam Jiwa” pada 17 September 2025. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari BP3MI NTB, IDX NTB, dan psikolog profesional untuk membahas risiko migrasi non-prosedural, manajemen keuangan keluarga PMI, serta strategi menjaga kesehatan mental. (r)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO