Sumbawa Besar (suarantb.com) – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumbawa masih membutuhkan sebanyak 1.020.550 pohon untuk mewujudkan Sumbawa hijau lestari terutama di wilayah yang masuk dalam kategori kritis-darurat dan potensi kritis.
“Saat ini bibit tersedia baru 841.418 pohon, sedangkan kebutuhan sebanyak 1.861.968 pohon. Artinya kita punya defisit 1.020.550 dalam upaya mewujudkan program itu,” kata Kepala Bapperida, Dr. Deddy Heriwibowo, kepada Suara NTB, Jumat, 12 Desember 2025.
Pemerintah nantinya akan mendistribusikan bibit itu ke beberapa titik untuk dilakukan penanaman. Penamaan di sekolah nantinya akan diberikan kepada 210 dengan luas lahan 84,86 hektare atau sekitar 34.000 bibit, satu bibit untuk satu ASN dengan luas tanam 24 hektare atau sekitar 9.573 bibit.
“Kami juga akan memberikan ke 40 desa sebagai desa sengon dengan luas 4.000 hektare dengan jumlah bibit 1.600 pohon,” ujarnya.
Pemerintah juga akan membentuk desa kemiri dengan luas tanam sebesar 413 hektare atau sekitar 165.225 bibit. Desa Jaya Makmur dengan luas lahan sebesar 25 hektare atau 10.000 bibit pohon mahoni dan Desa Labuhan Kuris seluas 106,6 hektare dengan kebutuhan bibit 43.170 jenis MPTS.
‘’Karena kita masih memiliki defisit bibit, kami berharap adanya dukungan dari pihak lain seperti CSR BUMN dan BUMD termasuk perusahaan yang beroperasi disini sehingga target tersebut bisa kita capai,’’ ucapnya.
Deddy turut meyakinkan, pemerintah sudah menyiapkan pola khusus untuk mewujudkan Sumbawa hijau lestari. Untuk lahan dengan kategori kritis dan sangat kritis pemerintah menyiapkan pola penanaman pohon pionir yang cepat tumbuh, berakar kuat, dan mampu memperbaiki tanah.
“Lahan kritis dan sangat kritis kita tangani menanam tanaman pionir pohon jenis mahoni, sengon, jati, mangga, nangka, dan durian. Tanaman jenis buah-buahan ini bisa memberikan manfaat ekonomi,” jelasnya.
Pola kedua lanjutnya dengan penanaman terhadap lahan kategori potensi kritis dengan luas 130.900,34 hektare. Di lokasi tersebut pemerintah membutuhkan pohon revegetasi sebanyak 13.090.035 pohon dengan 95 desa sasaran seluas 130.900,34 hektare atau 13.090.035 pohon.
“Di lokasi potensial ini kita akan taman jenis MPTS seperti durian, nangka, bambu yang bisa memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat tanah dengan kombinasi jagung dan sengon di lereng,” tambahnya.
Pemerintah juga akan memaksimalkan peran Satgas yang sudah terbentuk sebelumya. Hal itu dilakukan untuk memutus rantai kerusakan hutan yang berujung pada banjir bandang dan krisis lingkungan.
“Pemerintah tidak melarang asal ada izin dan dokumen lengkap, serta tidak menebang kayu di kawasan terlarang demi menjaga hutan Sumbawa dari kerusakan,” tukasnya. (ils)

