BerandaNTBPemprov NTB Usulkan Perbaikan dan Pembangunan 16 Jembatan di Pulau Sumbawa

Pemprov NTB Usulkan Perbaikan dan Pembangunan 16 Jembatan di Pulau Sumbawa

Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB mengusulkan 16 jembatan di Pulau Sumbawa untuk diperbaiki tahun depan. Perbaikan jembatan itu untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, salah satunya untuk memudahkan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, Jumat, 12 Desember 2025. Ke 16 jembatan yang diusulkan itu, jembatan di Desa Lito Kecamatan Moyo Hulu, satu di Berang Rea Kecamatan Moyo Hulu, satu di Labuhan Badas, dan di Desa Teladan Kecamatan Orong Telu.

Selanjutnya jembatan di Desa Marente Kecamatan Alas, Jembatan Semongkat di Batu Lanteh. Satu di Desa Teladan Kecamatan Orong Telu, Jembatan Ropang, di Desa Lekong Kecamatan Alas Barat. Kemudian Jembatan Labangkar Kecamatan Ropang, Desa Gontar Kecamatan Alas Barat. Jembatan Pamunga Kecamatan Plampang.

Serta ada jembatan di Desa SP 1 Prode di Kecamatan Plampang-SP 1 Prode, satu di Samapuin Kecamatan Sumbawa, dan dua jembatan di Kerekeh Kecamatan Unter Iwes. ‘’Kan utamanya untuk pendidikan sama sarana publik yang kira-kira terisolir,” ujarnya.

Menurutnya, usulan 16 jembatan ini sesuai dengan kebutuhan daerah. Beberapa dari jembatan ini mengalami rusak ringan, sedang, hingga parah. Untuk jembatan di Desa Lito Kecamatan Moyo Hulu mengalami rusak berat dengan panjang 42 meter. Kemudian di Desa Berang Rea Kecamatan Moyo Hulu mengalami rusak ringan dengan panjang 25 meter.

Selanjutnya, di Labuhan Badas dengan panjang 25 meter mengalami rusak berat, dan di Desa Teladan Kecamatan Orong Telu mengalami rusak ringan dengan panjang 40 meter.

Jembatan di Desa Marente Kecamatan Alas mengalami rusak ringan dengan panjang 50 meter, di Semongkat di Batu Lanteh mengalami rusak ringan dengan panjang 20 meter. Di Desa Teladan Kecamatan Orong Telu dengan panjang 20 meter mengalami rusak berat.

Jembatan di Ropang dan di Desa Lekong Kecamatan Alas Barat masing-masing 10 meter mengalami rusak berat dan ringan. Kemudian Jembatan Labangkar Kecamatan Ropang dengan panjang 5 meter mengalami rusak ringan, dan di Pelampang dengan panjang 15 meter mengalami rusak ringan. Sementara, sisanya belum memiliki jembatan sama sekali.

“Usulan ini yang sifatnya mendesak, dari situ ada juga yang belum memiliki jembatan. Yang terisolir lah,” pungkasnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO