Mataram (Suara NTB) – Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mataram melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Senin, 8 Desember 2025.
Kegiatan ini diikuti 50 mahasiswa dan didampingi 8 dosen, sekretaris program studi, serta staf administrasi. Pembelajaran lapangan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbasis pengalaman untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di era Revolusi Industri 4.0 dan transisi menuju energi berkelanjutan.
Program Studi Pendidikan Fisika yang diwakili oleh Sekretaris Prodi I Wayan Gunada, SSi., MPd., menyampaikan bahwa kunjungan akademik ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai penerapan konsep-konsep fisika dalam sistem pembangkit listrik tenaga surya.
Kolaborasi antara kampus dan industri menjadi langkah penting untuk menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan penerapannya dalam dunia nyata. Di tengah perkembangan pesat teknologi energi terbarukan, mahasiswa dituntut untuk memiliki pemahaman konseptual yang kuat sekaligus keterampilan aplikatif yang relevan dengan perkembangan industri energi.
PLTS Sengkol menjadi lokasi pembelajaran lapangan karena fasilitas tersebut merupakan salah satu instalasi energi surya terbesar di wilayah Nusa Tenggara Barat. Melalui observasi langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana konsep-konsep fisika seperti Termodinamika, Elektronika Digital, Listrik Magnet, hingga Fisika Modern diterapkan dalam sistem pembangkit listrik berbasis teknologi fotovoltaik.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran autentik tentang penerapan fisika dalam teknologi energi terbarukan. Selama kunjungan berlangsung, mahasiswa menerima pemaparan dari teknisi dan pengelola PLTS Sengkol terkait proses konversi energi matahari menjadi energi listrik, desain dan konfigurasi panel surya, mekanisme kerja inverter, serta sistem kontrol dan proteksi yang digunakan dalam pembangkit listrik tenaga surya.
Selain itu, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tantangan teknis, efisiensi sistem, serta urgensi pengembangan energi bersih bagi keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi daerah.
‘’Mahasiswa juga melakukan observasi terhadap berbagai komponen utama pembangkit, seperti solar array, combiner box, ruang kontrol, serta jaringan distribusi. Melalui pendekatan pembelajaran langsung ini, mahasiswa dapat memahami hubungan antara teori fisika yang dipelajari di kampus dengan penerapannya dalam teknologi modern,’’ tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara abstrak, tetapi juga mengetahui bagaimana konsep tersebut bekerja dalam sistem nyata.
Dosen pendamping menegaskan bahwa pembelajaran lapangan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon guru fisika. Dengan memahami aplikasi fisika dalam konteks industri, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. ‘’Selain itu, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara Program Studi Pendidikan Fisika Unram dengan industri energi terbarukan di NTB,’’ ujarnya.
Para mahasiswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Banyak dari mereka menyatakan bahwa pengalaman langsung di PLTS memberikan perspektif baru mengenai pentingnya pengembangan energi terbarukan serta peluang karier di sektor tersebut. Mereka juga merasakan bahwa kegiatan ini membantu memperkuat pemahaman materi perkuliahan melalui pengalaman empiris yang tidak didapatkan di ruang kelas.
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mataram berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman belajar autentik melalui kegiatan praktik lapangan, kunjungan industri, dan penerapan model pembelajaran inovatif. Kegiatan di PLTS Sengkol menjadi salah satu wujud nyata implementasi pembelajaran berbasis pengalaman guna mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia energi dan teknologi. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Prodi Pendidikan Fisika berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk industri energi terbarukan, untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun nasional. (ham)


