spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALLewat “Simakrama”, IAHN Gde Pudja Mataram Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan...

Lewat “Simakrama”, IAHN Gde Pudja Mataram Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama dan Masyarakat

Mataram (suarantb.com) – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram menggelar kegiatan Simakrama bersama tokoh agama, tokoh umat, dan tokoh masyarakat NTB di Lantai III Gedung Rektorat IAHN Gde Pudja Mataram, Jumat (9/1/2026). Kegiatan Simakrama menjadi ruang pertemuan antara IAHN Gde Pudja dan para pemangku kepentingan umat Hindu di NTB. Pertemuan ini untuk membangun kesepahaman bersama dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Hindu negeri.

Simakrama dihadiri oleh para Sulinggih/Pandita, yakni Ida Pedanda Gde Kerta Arsa, Ida Pedanda Gde Oka Keniten, dan Ida Pedanda Nirarsa, serta pimpinan lembaga dan organisasi keumatan Hindu di NTB. Hadir pula perwakilan PHDI, WHDI, PSN, Prajaniti, PUSKOR, ICHI, PD KMHDI, PERADAH, Sarati Banten Indonesia Provinsi NTB, serta Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

Ketua Panitia kegiatan, I Ketut Putu Suardana, M.I.Kom., menyampaikan, peserta 150 orang tokoh agama Hindu, pimpinan ormas Hindu tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Pulau Lombok serta pejabat di IAHN Gde Pudja Mataram. “Tujuannya untuk menyerap aspirasi masyarakat agar dalam penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi oleh IAHN Gde Pudja Mataram dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya.

Rektor IAHN Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata A.Ma.,SE., M.Si., menyampaikan, pihaknya ingin agar IAHN Gde Pudja Mataram sebagai pusat kajian Hindu. Pihaknya ingin melaksanakan pertemuan seperti simakrama ini secara rutin. “Kami ingin berbagi isu, masalah, dan mitigasi persoalan. Ingin menampung aspirasi, gagasan, dan informasi untuk memperkaya tri dharma perguruan tinggi,” ujar Rektor.

Rektor menegaskan bahwa kolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan fondasi penting dalam memajukan IAHN Gde Pudja Mataram. Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan dan gagasan dari berbagai elemen umat menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu kelembagaan, akademik, dan pelayanan kepada masyarakat.

“IAHN Gde Pudja Mataram tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan, masukan, dan kolaborasi dengan para tokoh umat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan institusi,” ujar Rektor.

Sambrama Wacana juga disampaikan oleh Ratu Prande Kerta Arsa yang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi Hindu di NTB. Beliau juga mengusulkan agar dilaksanakan persembahyangan bersama setiap Purnama yang dipuput oleh Pedanda sebagai bagian dari penguatan spiritual sivitas akademika.

Dalam sesi dialog, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB, I Wayan Karioka menyampaikan sejumlah masukan strategis terkait rencana transformasi IAHN Gde Pudja Mataram menjadi universitas. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, penguatan peran alumni, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk wacana pembentukan Fakultas Kedokteran yang didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra).

Salah satu tokoh masyarakat, Dr. Halus Mandala juga menyampaikan dukungan kepada IAHN Gde Pudja Mataram yang ingin menuju Universitas Hindu Negeri. Ia juga mengingatkan agar IAHN Gde Pudja Mataram mampu berkontribusi ke masyarakat dan meraih peringkat terbaik secara global. “IAHN Gde Pudja Mataram harus punya Rencana Strategis (Renstra) setiap lima tahun, 25 tahun, dan seterusnya. Libatkan tokoh kita untuk susun Renstra,” sarannya.

Ketua Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI) Regional NTB Dr. I Gusti Lanang Media mengapresiasi langkah-langkah pengembangan IAHN Gde Pudja Mataram dan berharap institusi ini mampu merumuskan Pola Ilmiah Pokok (PIP) sebagai ciri khas pengembangan keilmuan perguruan tinggi Hindu yang berkontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. ICHI juga menekankan pentingnya data demografi umat Hindu yang akurat sebagai dasar perencanaan program.

Kegiatan Simakrama berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kekeluargaan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara IAHN Gde Pudja Mataram dengan umat dan masyarakat.(ron/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO