Mataram (suarantb.com) – Rencana pelantikan 51 kepala sekolah (Kepsek) kembali diundur. Pelantikan yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026, kini dijadwalkan kembali pada awal Februari 2026.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Disdik Kota Mataram, Naufal Aldian pekan kemarin menyampaikan, pihaknya masih dalam tahap pengajuan nama-nama calon kepsek ke Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram.
Rencananya jumlah kepsek yang akan dilantik sebanyak 51 orang. Tiga calon diantaranya merupakan hasil seleksi bakal calon kepala sekolah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sumber pembiayaan seleks melalui anggaran pendapatan dan belanja negara. Sementara, sejumlah 48 calon kepsek lainnya, hasil seleksi melalui sumber pembiayaan APBD.
“Kebutuhan kepala sekolah kita sampai termasuk yang pensiun Desember 2026. Makanya kita latih (Diklat) kemarin 48 orang untuk menutupi kekurangan, jadinya kita sudah punya stok,” jelas Naufal yang juga Plt. Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan.
Naufal menjelaskan alasan penempatan kepsek ini terbilang lama. Menurutnya, setiap sekolah di Mataram memiliki karakter dan ciri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pihaknya memerlukan pemimpin yang mempunyai kompetensi mumpuni dan karakter yang sama pula.
Dengan demikian, penempatan kepsek membutuhkan ketepatan dan proses yang cukup panjang. Disdik sebelumnya telah melakukan proses wawancara terhadap puluhan calon kepsek tersebut. Dari hasil wawancara dapat dipetakan kompetensi dan keahlian mereka.
“Itu yang kita racik dulu. Sehingga kami tidak mau gegabah dalam urusan penempatan Kepala Sekolah,” jelasnya.
Pemetaan kompetensi ini dinilai penting untuk memastikan penempatan calon kepsek sejalan dengan semangat untuk memajukan dunia pendidikan di Mataram.
Menurut Naufal, fondasi pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu kepala sekolah, tapi juga bagaimana relasi kepsek dengan masyarakat yang ada di lingkungan sekolah.
“Sehingga paling tidak penempatan kepsek itu harus paham keadaan dan karakter masyarakat di situ,” terangnya.
Dengan penempatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan sekolah, diharapkan dapat memberi sumbangsih terhadap upaya pemajuan dunia pendidikan di Kota Mataram.
“Kualitas pendidikan kita harus meningkat. Jangan sampai penempatan kepala sekolah kami yang tidak sesuai dengan karakter sekolah sehingga dapat menurunkan kualitas sekolah,” tandasnya. (sib)

