spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMVolume Sampah di Mataram Dipastikan Naik Jadi 255 Ton per Hari Selama...

Volume Sampah di Mataram Dipastikan Naik Jadi 255 Ton per Hari Selama Ramadan

Mataram (suarantb.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memastikan volume sampah selama bulan suci Ramadan meningkat menjadi 255 ton per hari. Kenaikan tersebut dipicu bertambahnya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjamur di berbagai titik kota, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa selama Ramadan terjadi penambahan sekitar 5 ton sampah per hari dibandingkan hari biasa. Dalam kondisi normal, produksi sampah di Kota Mataram berkisar 250 ton per hari.

“Kalau hitung-hitungan saya, saat bulan puasa ada kelebihan sekitar 5 ton per hari,” ujarnya pekan kemarin.

Menurut Nizar, lonjakan sampah didominasi limbah sisa makanan, kemasan plastik, kertas pembungkus, serta gelas dan botol minuman sekali pakai yang berasal dari aktivitas PKL dan pusat jajanan takjil. Peningkatan ini biasanya mulai terlihat sejak pekan pertama Ramadan dan cenderung bertahan hingga menjelang Idulfitri.

Untuk mengantisipasi penumpukan, DLH menyiapkan lahan di TPS Bintaro sebagai lokasi penyangga. Langkah ini diambil agar beban di TPS Sandubaya tidak berlebihan, sekaligus menjaga agar distribusi pengangkutan ke tempat pemrosesan akhir tetap terkendali.

Selain itu, DLH juga menyesuaikan pola pengangkutan sampah di sejumlah titik PKL. Petugas akan melakukan pengangkutan pada malam hari setelah aktivitas jual beli selesai, atau paling lambat pada pagi hari sebelum aktivitas masyarakat kembali meningkat.

“Pola pengangkutannya sama seperti tahun sebelumnya untuk sampah PKL saat bulan puasa. Kami upayakan tidak ada sampah yang menumpuk sampai siang hari,” jelasnya.

Nizar menambahkan, pihaknya juga mengerahkan armada tambahan dan mengoptimalkan petugas lapangan untuk memastikan layanan kebersihan tetap berjalan normal selama Ramadan. Ia mengimbau para pedagang dan masyarakat untuk turut menjaga kebersihan dengan memilah sampah serta tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, terkait perkembangan jatah ritase pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok, Nizar menyebutkan jumlah angkutan akan kembali normal menjadi empat ritase per hari setelah pembangunan landfill baru di TPA tersebut rampung. Saat ini, progres pembangunan diperkirakan telah mencapai 75 persen.

“Kami targetkan saat Ramadan ini landfill sudah bisa dimanfaatkan sehingga ritase kembali normal,” ujarnya.

Normalisasi ritase dinilai penting untuk mengurangi antrean pembuangan dan mempercepat proses pengosongan TPS di wilayah kota. Selama proses pembangunan landfill berlangsung, jatah ritase sempat dibatasi sehingga berdampak pada waktu tunggu armada.

Selain itu, Nizar juga menyinggung rencana pembangunan TPS Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan. Proyek tersebut menjadi kewenangan Kementerian PUPR dan saat ini masih dalam tahap pengumpulan data serta penyusunan perencanaan teknis. Proses penganggaran ditargetkan berlangsung pada 2026.

Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan Kementerian PUPR untuk pembangunan TPA modern seluas 80 are tersebut mencapai Rp97 miliar untuk fisik pembangunan dan sekitar Rp4 miliar untuk perencanaan.

“Seluruh pengerjaan dilakukan oleh kementerian. Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan dan operasional TPS setelah selesai dibangun,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO