spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSBale Penghulu Adat Bayan Terbakar, Warga dan Aparat Gotong Royong Padamkan Api

Bale Penghulu Adat Bayan Terbakar, Warga dan Aparat Gotong Royong Padamkan Api

Tanjung (suarantb.com) – Bale Beleq Adat yang berada di area Kampu Timuk Orong, Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) terbakar, Kamis (19/2/2026). Fasilitas yang dihuni Penghulu Adat Timuk Orong tersebut hangus dan hanya menyisakan puing-puing kayu struktur bangunan.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Bayan, IPTU I Wayan Ciptanaya, S.H., M.I.Kom., Kamis (19/2/2026) mengungkapkan, kebakaran Bale Adat terjadi pada Kamis siang, sekitar pukul 13.00 Wita. Tak hanya Bale Adat Penghulu, satu unit rumah warga yang berdekatan dengan lokasi kebakaran ikut hangus terbakar.

“Bale Beleq Timuk Orong merupakan salah satu bangunan adat bersejarah yang berada di kawasan budaya Desa Bayan,” ungkap Ciptanaya.

Dijelaskan, saat kebakaran terjadi, R. Kertamono (68), selaku Penghulu Adat Timuk Orong, tengah berada di area berugak kampu. Ia melihat kobaran api muncul dari bagian atap rumah adat tersebut dan segera memberitahukan warga sekitar.

Untuk diketahui, Bale Adat yang dihuni tetua Adat di Desa-desa di Kecamatan Bayan, umumnya berada area kampu (komplek) Adat. Struktur bangunan terbuat dari kayu, beratap ilalang, dan berdinding anyaman bambu. Masyarakat Adat masih mempertahankan identitas Bale Adat ini sebagai sebuah entitas dan warisan budaya.

Kapolsek menyatakan, warga yang berada di lokasi langsung mengambil tindakan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran Kecamatan Bayan. Tiupan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian menyebabkan api cepat membesar dan merembet hingga menghanguskan satu unit rumah warga, Raden Saparwadi (50) yang berada di sebelah selatan bale adat.

Sekitar pukul 14.00 Wita, tim Damkar Kecamatan Bayan tiba di lokasi. Meski sempat terkendala akses jalan yang sempit, proses pemadaman terus dilakukan.

Masyarakat Gotong Royong Padamkan Bale Penghulu Adat Bayan

Upaya pemadaman api dilakukan dengan gotong royong antara masyarakat setempat, dibantu aparat Polsek Bayan, dan Damkar Pos Bayan. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 15.00 Wota, atau dua jam setelah api berkobar.

“Kami bersama warga dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik. Pihak kepolisian telah mendatangi dan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta untuk Bale Beleq Timuk Orong beserta isinya, serta sekitar Rp350 juta untuk rumah milik Raden Saparwadi.

“Seluruh rangkaian penanganan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat Bayan yang bersama aparat terkait sigap menghadapi musibah,” pungkas Kapolsek. (ari)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO