Dompu (suarantb.com) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., mengungkapkan kelebihan guru di Kabupaten Dompu mencapai 2.800 orang. Kondisi ini mengakibatkan banyak guru honorer tidak lagi mendapat jam mengajar.
“Jelas ndak kebagian jam mengajar, karena kondisi hari ini, guru kita kelebihan 2.800 orang. Jadi tergantung pihak sekolah mengatur, karena kondisi kita sudah overload (kelebihan guru),” ungkap Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE saat audiensi dengan Aliansi Honorer di Dompu, Senin (23/2) kemarin.
Bambang menegaskan, Dinas Dikpora telah mengeluarkan imbauan kepada masing – masing kepala sekolah untuk memberikan jam mengajar kepada honorer yang namanya masuk dalam Dapodik. “Tapi kondisi lapangan di sekolah, ndak bisa juga kita memaksakan kehendak. Karena lebih banyak guru dari pada murid,” terangnya.
Sebelumnya, pada forum yang sama Plt Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Muhammad Ihsan, S.Pd., menjelaskan jumlah guru dan tenaga kependidikan yang ada di Dapodik 1.453 orang. Jumlah ini termasuk mereka yang parkir atau guru atau tenaga kependidikan yang tidak terputus pengabdiannya, tetapi tidak dikeluarkan oleh sekolah dari data dapodik. “Dapodik ini diinput oleh operator sekolah dan disetujui oleh operator dinas. Data ini tetap ada selama tidak dikeluarkan oleh sekolah dari Dapodik,” ungkap Ihsan.
Mendengar penjelasan ini, Bupati sempat mempertanyakan keabsahan data ini. Karena banyak mereka yang mengabdi tahun 2024, justru bisa masuk datanya di Dapodik. Padahal syarat untuk diinput di Dapodik memiliki pengabdian minimal 2 tahun, selain berstatus non ASN dan memiliki NUPTK.
Karenanya, Bambang meminta agar 1.453 orang guru dan tenaga kependidikan yang ada di Dapodik ini diverifikasi kembali. Dipastikan kevalidan datanya. Karena mereka ini akan menerima gaji dari dana BOS Ketika mengabdi di sekolah. “Saya ingin, data ini dipastikan kevalidannya,” pintanya. (ula)


