Tanjung (suarantb.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara melakukan audiensi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Utara, dalam upaya pemutakhiran data kematian warga yang memiliki hak pilih. Audiensi dengan pihak rumah sakit dilakukan beberapa waktu lalu, dengan respons pihak RSUD bersedia memberikan update data setiap tiga bulan.
Ketua Bawaslu Lombok Utara, Deni Hartawan, S.H., mengungkapkan, audiensi dengan rumah sakit dimaksudkan untuk memperoleh informasi data kematian warga secara berkala. Bawaslu membutuhkan data valid dalam pengawasan pemutakhiran data berkelanjutan.
Audiensi ini tidak hanya dilakukan dengan manajemen Rumah Sakit. Tetapi lintas lembaga, termasuk Polres, hingga Pemerintah Desa. Selain sebagai ajang silaturahmi antar-lembaga, Bawaslu memandang penting penguatan koordinasi di tingkat daerah.
“Selain silaturahmi, Bawaslu berharap dapat memperoleh akses data kematian dari RSUD sebagai bahan pemutakhiran data berkelanjutan agar data pemilih semakin akurat,” kata Deni, Selasa (24/2).
Sementara, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan data Bawaslu sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Serta menjelaskan bahwa permintaan data akan dilayani melalui surat resmi, mengingat PDPB dilakukan secara berkala setiap triwulan.
“Untuk permintaan data, kami minta bersurat. Karena PDPb ini sifatnya triwulanan,” jelasnya.
Dikatakannya, koordinasi melalui surat sangat diperlukan agar pihak RSUD dapat menyiapkan data terlebih dahulu, mengingat adanya proses administrasi internal yang harus dilalui.
“Permintaan data nanti bersurat, sehingga kami bisa melakukan koordinasi dan menyiapkan data dengan baik karena membutuhkan waktu administrasi,” ungkapnya.
Melalui audiensi ini, Bawaslu berharap terjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan RSUD guna mendukung pemutakhiran data pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan demi kualitas demokrasi yang lebih baik. (ari)


