spot_img
Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSTim Pansel: GNE Tidak akan Dijadikan Penampungan “Timses”

Tim Pansel: GNE Tidak akan Dijadikan Penampungan “Timses”

Mataram (suarantb.com) – Tim Panitia Seleksi (Pansel) Direksi BUMD NTB yaitu PT GNE (Gerbang NTB Emas) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepemimpinan profesional dan menutup ruang bagi praktik-praktik politis dalam proses seleksi calon direksi. Isu lama yang menyebut GNE sebagai tempat penampungan “timses” ditegaskan tidak akan terulang dalam rekrutmen kali ini.

Sekretaris Pansel Direksi PT GNE, Prof. Riduan Mas’ud, Rabu, 25 Februari 2026 menyatakan, bahwa pihaknya menghargai berbagai anggapan yang berkembang di masyarakat terkait proses-proses sebelumnya. Namun, ia memastikan seleksi kali ini berjalan secara objektif dan profesional.

“Ya, itu isu, anggapan itu ya. Kita hargai karena proses-proses itu yang pernah terjadi sebelumnya. Tapi untuk sekarang ini, tidak ada ruang bagi siapa pun yang tidak punya keahlian,” tegas Prof. Riduan saat melakukan pertemuan dengan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Izzuddin Mahili, S.STP., M.M.

Ia menambahkan, tidak ada ruang bagi orang yang belum memiliki pengalaman di perusahaan.

“Sudah kita lakukan. Yang daftar itu rata-rata hampir semua punya latar belakang, pernah di perusahaan besar,” ujarnya.

Menurutnya, para pendaftar juga dipastikan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis. Tidak pernah duduk di partai. Tidak ikut serta dalam suksesi perpolitikan, baik level provinsi, kabupaten maupun kota.

“Itu kata kunci yang diarahkan sama pimpinan. Dan alhamdulillah, yang daftar sangat, sangat luar biasa. Punya pengalaman, jejaknya luar biasa,” katanya.

Seleksi Calon Direksi PT GNE Disebut Tanpa Intervensi

Prof. Riduan menegaskan, tahapan seleksi, termasuk uji kompetensi dan Leaderless Group Discussion (LGD) yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, berlangsung tanpa intervensi.

“Begitu tahapan seleksi dilakukan oleh BKD, itu tidak ada intervensi. Sama sekali. Dan saya sampaikan selaku sekretaris, tidak ada antara pansel untuk saling mempengaruhi, silakan nilai secara objektif,” ujarnya.

Ia menyebut, dari hasil penilaian, selisih nilai antarpeserta calon direksi menurutnya sangat tipis.

“Ternyata nilai itu selisihnya nol koma sekian antara teman-teman itu. Kita dapat orang-orang yang malah di atas ekspektasi kita, itu energi yang kita dapatkan,” katanya.

Setelah nama-nama calon direksi terpilih diputuskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, pihaknya akan membuka ruang transparansi kepada publik.

“Nanti kami harapkan kumpul seluruh wartawan ekonomi. Calon yang diputuskan sama gubernur, diwawancarai itu, di-publish (dipublkasikan) itu supaya masyarakat memahami. Tanya dia, gali, dia pernah enggak di politik? Dia pernah enggak di tim sukses? Kalau dia pernah tim sukses, kita tarik dia,” tegasnya.

Ia mengibaratkan GNE sebagai perusahaan yang sedang sakit,dan membutuhkan pemimpin yang benar-benar sehat dan kompeten.

“Kalau ada perusahaan sakit, terus kita kasih orang yang enggak bisa menyembuhkan malah membawa penyakit, kan semakin hancur. Tiba-tiba kita kasih penyakit lagi dengan pimpinan atau nakoda, atau pilot yang kurang sehat. Makanya tanggung jawab kita bersama ini, harus sukses-suksesnya,” ujarnya.

Seleksi Harus Berbasis Profesionalisme

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Izzuddin Mahili, S.STP., M.M., menegaskan bahwa arahan Gubernur Lalu Iqbal sangat jelas dalam penjaringan calon Direksi GNE ini. Seleksinya menurutnya harus berbasis profesionalisme tanpa campur tangan.

“Kita langsung yang dipanggil oleh pimpinan dan jelas sekali beliau tidak ada cawe-cawe sama sekali. Beliau mengarahkan kita tim pansel itu berbasis profesional. Tidak ada bahasa lain begitu. Basisnya adalah profesional karena beliau ingin segera GNE ini ada perbaikan,” katanya.

Ia juga menyampaikan arah kebijakan terhadap GNE ke depan. Membesarkan bisnis yang menjadi khitahnya, yaitu bisnis beton.

Pengumuman hasil akhir calon direksi yang ditetapkan, lanjut Izzuddin, tahapannya kini telah sampai pada penyampaian nama kepada Gubernur untuk dilakukan wawancara.

“Sekarang sudah di pak gubernur (nama-nama calon direksi hasil pansel). Tinggal menunggu nanti beliau akan wawancara. Setelah diwawancara baru kita langsung eksekusi,” katanya.

Ia kembali menegaskan, tidak ada ruang bagi kepentingan tim sukses dalam pengisian jabatan direksi.

“Begitu beliau sudah tetapkan, saya diminta untuk nanti menyiapkan kegiatan di antaranya ketemu sama wartawan ekonomi. Silakan digali itu. Masak ndak percaya sama hasil seleksi profesor,” ujarnya berseloroh.

Dalam periode pendaftaran 8–10 Februari 2026, tercatat 15 orang mendaftar dari berbagai latar belakang profesi. Dua orang tidak lulus seleksi administrasi sehingga 13 orang mengikuti tahapan berikutnya. Dari 13 peserta yang mengikuti LGD di Kantor BKD Provinsi NTB, satu orang tidak menyelesaikan tahapan hingga akhir dan dinyatakan gugur.

Dengan demikian, 12 nama dinyatakan lolos LGD dan direkomendasikan kepada Gubernur NTB untuk dipilih mengisi tiga posisi direksi, yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Kedua belas nama tersebut adalah Sulman; Ahmad Jaelani Adiya Putra; Suhaimi; Hendra Yuda Sakti; Desty Chiptiana; Yuyud Indrayudi; Taufik Amri; M. Aidul Adha; Imanti Sukmaningsih; Catur Rahmad Mardhiyanto; Yunita Yoesminarty; dan Nazamuddin. (bul)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO