spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATSidak ke Pasar Gerung, Gubernur NTB Bakal Datangkan Cabai dari Luar Daerah

Sidak ke Pasar Gerung, Gubernur NTB Bakal Datangkan Cabai dari Luar Daerah

 

Giri Menang (suarantb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, berencana mendatangkan komoditas cabai dari luar NTB untuk menekan lonjakan harga di pasar selama Ramadan 1447 Hijriah. Pasalnya, harga cabai saat ini merangkak naik yang diperkirakan menembus Rp120-180 ribu per kilogram sehingga menjadi penyumbang inflasi terbesar di NTB.


Hal ini ditegaskan Gubernur NTB saat turun langsung ke pasar Gerung Lombok Barat untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan pasokan pangan masyarakat aman. Sidak ke pasar ini sebagai rangkaian Safari Ramadan pada 26 Februari 2026 di Kabupaten Lombok Barat.


Dalam kunjungannya ke Pasar Gerung, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal didampingi Wabup Hj. Nurul Adha, jajaran kepala OPD dan pihak terkait. Iqbal memantau langsung perkembangan harga bahan pokok serta berdialog dengan pedagang dan masyarakat.


“Ya itu dia makanya kenapa kita turun ke pasar itu? tujuannya untuk mengetahui harga riil,” kata Iqbal. Karena menurutnya, harga yang tercantum sekarang ini yang dijadikan dasar perhitungan inflasi adalah harga yang disampaikan oleh enumerator.


Dari hasil pemantauan, inflasi di beberapa wilayah dipicu oleh kenaikan harga cabai di tiga kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.


Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi tahunan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Januari 2026 tercatat 3,86 persen atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 3,55 persen. Angka itu dirilis BPS dan menjadi perhatian pemerintah daerah, meski masih dalam rentang target pengendalian pusat.


Gubernur Iqbal mengatakan, memang tidak mudah mengendalikan harga cabai, jika dibandingkan dengan beras, gula, atau minyak goreng. Cabai dinilai tidak sederhana, karena ini juga menyangkut hukum pasar yang bermain supply and demand. Saat ini dari sisi suplai, cabai masih rendah, karena banyak yang gagal panen.


Langkah strategis yang dilakukan pihaknya telah mendapat persetujuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk subsidi biaya pengangkutan dari daerah yang harga cabainya lebih murah ke NTB. “Mau gak mau kita harus masukkan (mendatangkan dari luar daerah),” imbuhnya. (her)



IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO