Giri Menang (Suara NTB) – Warga Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) mendesak Pemprov NTB untuk secepatnya menangani ruas jalan provinsi yang kondisinya rusak parah di daerah tersebut. Pasalnya, kerusakan jalan yang telah lama terjadi menghambat aktivitas warga di semua sektor, baik ekomoni, pariwisata, pendidikan dan kesehatan.
Warga Dusun Sepi, Lia Apriani terdampak rumahnya akibat luberan air dan lumpur yang meluap dari jalan rusak persis di depan rumahnya. Ia pun secara swadaya meninggikan halaman rumah dan kiosnya supaya air tidak masuk ke dalam. Lia mengaku sangat menderita akibat jalan rusak tersebut. Pasalnya, kondisi jalan rusak parah ini terjadi selama bertahun-tahun.
“Sudah lama sekali rusak jalan ini, dan ini jalan Provinsi,” kata Lia, ditemui Suara NTB, beberapa waktu lalu.
Ia berharap jalan itu segera ditangani, agar masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar. Jika jalan itu bagus, maka akses ekonomi warga lancar begitupula ke puskesmas dan sekolah. “Tetapi akibat kondisi sekarang semua terhambat. Harapan kami supaya cepat ditangani, karena untuk kebutuhan masyarakat,” harapnya.
Terlebih jalan ini satu-satunya akses penghubung ke daerah setempat dan menuju daerah Lombok Tengah. Jalur itu juga menjadi akes pariwisata, karena banyak turis yang lewat. Mereka berkunjung ke lokasi wisata di daerah setempat atau yang melewati jalur itu ke wilayah Loteng.
Dari sisi kerusakan, jalan itu tidak di semua titik. Namun, kerusakannya parah pada beberapa bagian tertentu. Sehingga kalaupun diperbaiki pada titik kerusakan tersebut, paling tidak bisa mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat (Lobar), Lalu Ratnawi, mengatakan bahwa usulan untuk perbaikan jalan ini telah dikoordinasikan langsung Bupati Lobar kepada Gubernur NTB, yang kemudian diteruskan ke tingkat pusat untuk mendapatkan pendanaan melalui skema IJD.
“Kami dari Dinas PUPR Kabupaten Lobar menjalankan peran untuk melakukan pengawalan teknis di lapangan. Selain itu, kami juga bertanggung jawab dalam hal fasilitasi serta sosialisasi kepada masyarakat agar proses pengerjaan tidak menemui kendala sosial,” ujarnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian serius Lalu Ratnawi adalah perbaikan jalur Sepi Desa Buwun Mas menuju Kabupaten Loteng adalah kualitas konstruksi dan daya tahan jalan.
“Pengerjaan kali ini harus benar-benar memperhatikan integrasi dengan saluran drainase. Kita tahu bahwa musuh utama aspal adalah air. Jika drainase tidak tertangani dengan baik, jalan yang baru diperbaiki akan cepat rusak kembali. Oleh karena itu, kami menekankan pentingnya aspek teknis ini kepada pihak pelaksana,” tegasnya. (her)


