spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASatgas Dalami Dugaan Pengoplos Gas Elpiji 12 Kilogram

Satgas Dalami Dugaan Pengoplos Gas Elpiji 12 Kilogram

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Satgas Lapor Gas Pemkab Sumbawa, mengaku tengah mendalami laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan pengoplosan gas elpiji 3 kilogram ke 12 kilogram untuk dijual kembali ke masyarakat dengan harga yang lebih murah.

“Laporannya sudah kita terima dan saat ini kami masih melakukan pendalaman atas laporan tersebut untuk memastikan kebenarannya termasuk melakukan penindakan,” kata Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Ivan Indrajaya, kepada wartawan, Kamis (26/2).

Modus pengoplosan tabung gas elpiji 12 kilogram dilakukan dengan menyuntik tabung gas 3 kilogram. Hal itu dilakukan karena dengan modal yang dikeluarkan sekitar Rp20.000- Rp30.000 pelaku pengoplosan mendapatkan keuntungan hingga Rp500.000 per tabung.

“Laporan inilah yang masih kita terus dalami dengan stakeholder yang terkait. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada juga tabung gas 5,5 kilogram yang dioplos,” ucapnya.

Ia menduga, ada agen yang memiliki dua izin untuk menyalurkan gas elpiji 3 kilogram dan 12 kilogram (gas non subsidi). Kondisi ini dianggap menjadi lahan basah untuk melakukan pengoplosan. Sebab agen ini tidak perlu lagi membeli gas elpiji 3 kilogram yang banyak melainkan hanya melakukan penyuntikan saja.

“Informasi itu (pengoplosan) ada di Sumbawa dari 3 kilogram ke 12 kilogram. Apalagi untuk tabung gas elpiji 12 kilogram ini dijual bebas karena bukan barang subsidi pemerintah,” ujarnya.

Ivan pun meyakinkan, untuk menekan munculnya kasus tersebut, pihaknya memastikan akan melakukan pengawasan secara ketat dan intensif. Pihaknya juga meminta kepada camat di seluruh Sumbawa untuk memaksimalkan pengawasan di daerah masing-masing.

“Kalau kita temukan kita akan pidanakan kalau terbukti. Tetap kita tetap akan mengoptimalkan sidak dan pengawasan secara menyeluruh oleh tim satgas yang sudah kita bentuk,” tambahnya.

Pihaknya menerima laporan dari Kadis Koperindag sempat menjadi korban, karena segel tabung gas yang dibeli berbeda dengan yang biasanya. Laporan itu juga masih didalami untuk penanganan lebih lanjut, (ils)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO