Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mencatat hingga triwulan pertama tahun 2026, sekitar 132.667 atau 66,8 persen warga belum terlayani program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disebabkan kurangnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Data penerima manfaat program MBG baru 33,2 persen atau sekitar 66.000 dari total 198.667 penerima manfaat. Termasuk di dalamnya peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, anak kurang gizi dan balita,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, Selasa, 14 April 2026.
Berdasarkan target pemerintah seharusnya jumlah penerima manfaat di program tersebut, mencapai 132.667 ribu jiwa se kabupaten Sumbawa. Penerima manfaat dari program itu, terdiri dari anak sekolah, ibu hamil dan menyusui termasuk anak kurang gizi.
“SPPG yang baru beroperasi saat ini baru 22 dari target 122 SPPG yang harusnya terbangun untuk melayani masyarakat. Kekurangan itu juga akan terus kita pacu, agar selalu penerima manfaat bisa terlayani,” ucapnya.
Beroperasinya dapur MBG diharapkan bisa menjadi pelecut dalam penurunan angka stunting yang saat ini masih cukup tinggi. Bahkan berdasarkan data di tahun 2024 lanjut Budi, angka stunting di Sumbawa berada pada posisi 29,87 persen dari jumlah keseluruhan balita yang lahir.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Sumbawa dalam rangka meningkatkan gizi. Karena masalah kita saat ini kaitannya dengan stunting yang masih cukup tinggi,” ujarnya.
Ia pun berharap, rencana usulan penambahan dapur MBG ini, bisa segera terealisasi, sehingga upaya pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045, mendatang bisa terealisasi dengan penyiapan gizi yang baik.
“Mudah-mudahan kalau tidak ada hambatan dalam waktu dekat tambahan SPPG sudah mulai pembangunannya sehingga operasional dapur bisa segera dilakukan dalam melayani masyarakat Sumbawa,” tukasnya. (ils)

