Sumbawa Besar (Suara NTB)-
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM- PTSP) Kabupaten Sumbawa, mencatat hingga semester pertama tahun 2026 realisasi investasi baru mencapai Rp186 miliar. Sementara, target investasi yang ditetapkan mencapai Rp1,8 triliun.
“Realisasi investasi kita masih sangat rendah hingga bulan Juni dari target yang diberikan provinsi. Sehingga kami cukup pesimis target tersebut bisa tercapai,” kata Sekretaris DPMPTSP, H. Iyang Sahruddin, kepada Suara NTB, Senin (15/6).
Realisasi itupun lanjutnya, merupakan realisasi semester pertama di bulan Juni. Sementara, untuk semester kedua baru akan dilaporkan pada bulan Desember 2026, dengan tetap mengacu pada Laporan Kegiatan Usaha Penanaman Modal (LKPM).
Dia menyebutkan, pertumbuhan investasi di Sumbawa masih didominasi Penamaan Modal Dalam Negeri (PMDN). Sementara, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) hingga semester pertama tahun 2026 masih cukup rendah.
“Rata-rata yang paling mendominasi adalah sektor pertambangan dan perikanan salah satunya tambak udang. Sementara untuk sektor lain masih belum maksimal,” ucapnya.
Sementara untuk sektor pengurusan izin masih tetap berjalan normal yang didominasi perusahaan dengan modal usaha kecil hingga menengah. Pihaknya juga akan tetap turun lapangan untuk memastikan kondisi terkini dan membuka klinik LKPM, untuk memberikan sosialiasi bagi seluruh perusahaaan.
“Kami akan tetap berupaya maksimal supaya target yang ditetapkan pemerintah tercapai dan meningkat termasuk mendorong perusahaan untuk segera melaporkan LKPM,” pungkasnya. (ils)

