spot_img
Sabtu, Februari 28, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSJasad Bocah 4 Tahun Hanyut di Selong Diduga Ditemukan di Pulau Moyo...

Jasad Bocah 4 Tahun Hanyut di Selong Diduga Ditemukan di Pulau Moyo Sumbawa

Selong (suarantb.com) – Muhammad Azril Filah Busaeri (4), bocah warga Lingkungan Seruni, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Lombok Timur (Lotim), yang dilaporkan hanyut sejak Selasa (24/2/2026) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (27/2/2026). Jasad korban diduga ditemukan di perairan Sebotok, Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Keluarga korban memastikan identitas jenazah berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan. “Keluarga meyakini setelah mendengar ciri-ciri fisik dan baju berwarna biru yang dikenakan korban, dapat dipastikan benar bahwa itu adalah anak kami,” ujar salah satu kerabat.

Mengetahui kabar penemuan tersebut, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin langsung bergerak cepat menemui keluarga korban dan memfasilitasi penjemputan jenazah. “Pihak keluarga langsung berangkat menggunakan ambulans Pemkab Lotim. Kita fasilitasi semua kebutuhan, termasuk kendaraan dan biaya, karena ini musibah yang harus kita tanggulangi bersama,” kata Bupati.

Bupati juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan di musim hujan. “Ke depan, perhatian orang tua menjadi penting. Jangan sampai anak-anak berkeliaran saat hujan deras, apalagi bermain di saluran air. Ini pelajaran berharga bagi kita semua,” tegasnya.

Kata Bupati, musibah ini hendaknya jadi pembelajaran untuk semua pihak. Jangan sampai kejadian ini kembali terulang. Diketahui, tiga tahun lalu kejadian serupa pernah terjadi. Korban tiga tahun lalu itu tidak ditemukan sama sekali.

Ayah korban, Busaeri, mengaku pasrah dan lega meski anaknya ditemukan dalam keadaan meninggal. “Saya akan berangkat malam ini juga menjemput anak saya. Alhamdulillah, saya bisa tenang karena anak saya sudah ditemukan,” ujarnya dengan nada lirih.

Busaeri menuturkan, saat kejadian ia sedang beristirahat di rumah. Ia tidak menyangka anaknya tiba-tiba keluar bermain saat hujan deras. “Saya waktu itu sedang istirahat, tidak tahu dia lewat mana keluar bermain,” kenangnya.

Kronologi kejadian bermula pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 15.00 Wita, saat hujan deras mengguyur wilayah Selong. Muhammad Azril diduga terpeleset dan terbawa arus drainase di depan SDN 1 Selong. Pencarian pun dilakukan tim gabungan selama empat hari hingga akhirnya jasad korban ditemukan di perairan Pulau Moyo.

Dari tempat kejadian sampai lokasi penemuan terbilang sangat jauh. Untuk perjalanan darat saja dibutuhkan waktu 5-7 jam perjalanan. Tidak terbayang, tubuh mungil korban ini dari tempatnya hanyut di Selong lalu mengapung melintasi Selat Alas dan kemudian ditemukan di Perairan Sebotok. Jarak secara administratif melintasi dua kabupaten. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO