Tanjung (suarantb.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.Si., menilai hadirnya pusat ekonomi baru dapat mempercepat akselerasi perekonomian daerah. Langkah ini juga untuk mendukung aktivitas ekonomi yang dilakukan inklusif oleh masyarakat di sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan.
“Selama Lombok Utara berdiri, lebih dari setengah angka kemiskinan sudah berhasil diturunkan dari angka 43,14 persen, stunting juga dapat diturunkan. Butuh kerjasama semua pihak untuk mengatasi berbagai persoalan sosial,” ungkap Sahabudin, saat memimpin Safari Ramadan Tim III di Masjid Ishalhul Ummah, Dusun Sembaro, Desa Segara Katon, kecamatan Gangga, Kamis (26/2/2026) malam.
Sahabudin menjelaskan, Pemda dengan berbagai program terus berikhtiar untuk memperbaiki kualitas dan akses setiap layanan, baik pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi.
“Pemda akan membangun pusat-pusat ekonomi baru. Kita sedang memetakan beberapa lokasi menjadi magnet pertumbuhan ekonomi yang menjadi pemantik ekonomi untuk tumbuh lebih cepat,” sambungnya.
Salah satu yang disebut Sekda sebagai pusat ekonomi baru adalah, Teluk Nara. Infrastruktur yang nantinya menjadi akses keluar dan masuk wisatawan ke 3 Gili, diyakini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi bagi sektor terkait lainnya.
Selain itu, sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas generasi muda juga dipersiapkan melalui pembangunan Youth Center di Gangga dan Youth Center Kayangan, serta membangun Perguruan Tinggi di Kayangan untuk menunjang peningkatan kualitas SDM.
Di sektor pertanian (umum), Sekda menilai pengelolaan sumber daya alam membutuhkan sarana pendukung. Sejumlah komoditas seperti kopi, kakao, durian dan kelapa, membutuhkan sentuhan teknologi industri.
“Dalam pengelolaan sumber daya pertanian, kita memerlukan industrialisasi. Kita tidak ingin hanya menjual kakao, kopi, kelapa, dalam bentuk buahnya saja. Kita ingin ke depan, ada industri khusus sehingga produk yang dijual sudah jadi, minimal dalam bentuk bubuk,” terangnya.
Sebagai Ketua TAPD Pemda Lombok Utara, Sekda ingin mewujudkan mimpi para pendiri Lombok Utara. Dimana, pemekaran tidak hanya sebatas legalitas status administrasi kabupaten, tetapi bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
“Cita-cita pendiri Kabupaten Lombok Utara harus terus menjadi motivasi kita bersama. KLU harus bisa mandiri,” tandasnya. (ari)


