spot_img
Minggu, Maret 1, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMDitargetkan Operasional 2026, Proyek TPST Kebon Talo Rp101 Miliar Masuk Tahap Perencanaan

Ditargetkan Operasional 2026, Proyek TPST Kebon Talo Rp101 Miliar Masuk Tahap Perencanaan

 

Mataram (suarantb.com) – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo yang berlokasi di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, kini memasuki tahap perencanaan teknis dan pemenuhan persyaratan administrasi. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai bulan depan setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan total anggaran proyek tersebut mencapai Rp101 miliar. Rinciannya, Rp97 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik, sedangkan Rp4 miliar untuk perencanaan teknis.

“Total anggarannya Rp101 miliar. Itu sudah termasuk perencanaan dan pembangunan fisik. Sekarang kita masih di tahap perencanaan teknis,” ujarnya, pekan kemarin.

Ia menegaskan, seluruh anggaran dan pelaksanaan proyek berada di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW). Pada tahap ini, BPPW menyusun desain teknis, menyiapkan dokumen perencanaan, hingga nantinya melaksanakan pembangunan dan pelatihan operasional sebelum fasilitas diserahkan kepada pemerintah daerah.

Dari sisi pemerintah daerah, DLH bertanggung jawab memastikan kesiapan lahan serta kelengkapan dokumen lingkungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, sebelumnya menyampaikan bahwa lahan seluas kurang lebih satu hektare di Kebon Talo telah dinyatakan clean and clear. “Secara administrasi lahan kita sudah lengkap. Tidak ada kendala,” katanya.

DLH juga tengah menyiapkan dokumen lingkungan berupa AMDAL atau UKL-UPL sebagai salah satu syarat sebelum konstruksi dimulai. Selain itu, pihaknya terlibat dalam pembahasan Detail Engineering Design (DED) bersama BPPW agar desain fasilitas sesuai dengan karakteristik sampah Kota Mataram.

Sementara itu, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menyatakan kehadiran TPST Kebon Talo akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan persampahan di Kota Mataram.

“Semoga dalam waktu dekat pengerjaan bisa dimulai dan lebih cepat selesai,” harapnya.

Meski nantinya TPST Kebon Talo memiliki kapasitas pengelolaan hingga 60 ton per hari, Mohan mengakui Kota Mataram tetap akan bergantung pada TPA Kebon Kongok di Lombok Barat untuk pembuangan sampah residu.

Karena itu, sembari menunggu realisasi proyek, Pemkot Mataram terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk membuka landfill baru di TPA Kebon Kongok. Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan jatah pembuangan sampah Kota Mataram menjadi normal, yakni empat ritase per hari.

“Ini baru tahap pertama pada landfill satu, nanti ada lagi tindak lanjutnya,” pungkasnya.

Pemkot Mataram memastikan jika seluruh tahapan perencanaan dan administrasi rampung sesuai jadwal, pembangunan fisik TPST Kebon Talo ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2026. (pan)

 

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO