Praya (suarantb.com) – Polda NTB menargetkan akan membangun setidaknya 11 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah NTB pada tahun ini. Saat ini empat dapur sudah terbangun dan beroperasi. Terakhir, dapur MBG Polres Loteng di Desa Kopang resmi beroperasi mulai pekan kemarin.
Kehadiran dapur MBG tersebut diharapkan bisa mendukung dan menyukseskan program MBG di NTB. Sekaligus wujud dukungan polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini. “Kehadiran SPPG Polri di NTB merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi,” sebut Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, pekan kemarin.
Saat meresmikan SPPG Polres Loteng, ia menegaskan kalau bahwa pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, produktif dan kompetitif pembangunan SPPG tersebut juga sejalan dengan program pemerintah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Pihaknya berharap SPPG Polri bisa dikelola secara profesional dan konsisten. Supaya manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan oleh masyarakat di daerah ini. Khususnya kalangan siswa-siswa di dunia pendidikan.
SPPG Polres Loteng sendiri melayani sebanyak 21 sekolah dari tingkat SD hingga SMA sederajat. Dengan total penerima manfaat total 2.727 siswa. Tidak hanya siswa, SPPG Polres Loteng juga melayani sebanyak 194 balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Secara keseluruhan SPPG Polres Loteng yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Loteng tersebut melayani sebanyak 2.921 orang.
“Melalui pembangunan SPPG ini Polri hadir untuk mengakomodir program pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat,” tegasnya seraya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung hadirnya SPPG Polres Loteng tersebut.
Menurutnya, kehadiran SPPG tersebut tidak hanya meningkatkan kesehatan generasi muda saja. Namun, juga mampu membuka lapangan kerja serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Termasuk petani dan pelaku UMKM di daerah ini. (kir)


