spot_img
Senin, Maret 2, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATTransformasi Digital, Bupati Lotim Minta OPD Lebih Inovatif

Transformasi Digital, Bupati Lotim Minta OPD Lebih Inovatif

 

Selong (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) menggelar High Level Meeting (HLM) Sosialisasi Evaluasi Kinerja 2025 dan Persiapan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026. Acara yang berlangsung di ruang Rupatama-1 Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (2/3), ini menjadi momentum strategis untuk mempertahankan prestasi nasional sekaligus mendorong inovasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam arahannya menegaskan bahwa pencapaian prestasi jauh lebih mudah dibandingkan mempertahankannya. Ia mengingatkan jajarannya agar tidak mudah berpuas diri setelah berhasil meraih Juara 1 Nasional Wilayah 5 yang mencakup Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua pada tahun 2025.


“Meraih lebih gampang daripada mempertahankan. Kita bisa menjadi juara, tapi sulit dipertahankan jika kita sudah merasa puas dan tidak lagi disiplin terhadap syarat-syarat yang ada,” tegas Bupati Haerul Warisin di hadapan para kepala OPD dan perwakilan perbankan.
Bupati menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan digitalisasi merambah hingga ke tingkat desa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia tidak ingin penghargaan yang diterima hanya menjadi simbol tanpa dampak nyata pada transparansi dan efisiensi birokrasi.


Dalam arahannya, Bupati memaparkan beberapa poin strategis yang menjadi pedoman kerja tahun 2026, antara lain peningkatan transaksi non-tunai pada sektor pajak dan retribusi daerah, integrasi sistem keuangan daerah berbasis elektronik, serta literasi digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.


Orang nomor satu di Lombok Timur itu juga meminta para Kepala OPD untuk lebih inovatif dan tidak hanya bekerja terpaku pada rutinitas anggaran. “Jangan hanya bekerja sesuai apa yang ada di APBD, tapi ciptakan pikiran-pikiran bagus untuk kemajuan Lombok Timur. Saya ingin transformasi digital ini berdampak pada transparansi dan kemudahan pelayanan,” tambahnya.


Selain persoalan digitalisasi, Bupati juga memberikan perhatian khusus pada sektor riil, seperti ketahanan pangan melalui pengembangan bawang putih Sembalun dan dukungan bagi nelayan melalui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus. Menurutnya, seluruh infrastruktur dan kemudahan ini harus dikelola dengan sistem digital yang transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kebocoran anggaran.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur, Muhsin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Fokus utamanya adalah mengevaluasi kinerja tahun lalu serta menyusun strategi untuk tahun 2026.


“Alhamdulillah, pada tahun 2025 kemarin, Lombok Timur berhasil meraih predikat Juara 1 Nasional Wilayah 5. Capaian ini harus kita pertahankan melalui penguatan indikator proses, output, dan outcome,” ujar Muhsin.


Muhsin menambahkan bahwa target ke depan adalah sinkronisasi data pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) serta memastikan seluruh OPD penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan transaksi digital.


Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh OPD untuk mencapai target 100 persen pembayaran daerah secara non-tunai. Bupati mengingatkan bahwa masa jabatan lima tahun adalah waktu yang singkat untuk membuat perubahan besar.


“Gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki daerah. Jika kita kompak, kolaboratif, dan bekerja dengan hati, insyaallah Lombok Timur akan terus menjadi yang terbaik dan masyarakat akan merasakan manfaatnya langsung,” tutup Bupati.


Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, Bank NTB Syariah, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran direktur rumah sakit dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lotim. (rus)



IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO