Giri Menang (Suara NTB) – Sebuah momen yang belum pernah terjadi sebelumnya mewarnai prosesi adat nyongkolan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Pasangan pengantin, Maksum Abuandi, warga Gerung, bersama istrinya Helisa, asal Gangga, Kabupaten Lombok Utara, menjalani prosesi adat tersebut dengan diantar menggunakan mobil dinas Bupati Lombok Barat berplat DR 1 DL, pada Senin (29/6/2026).
Prosesi nyongkolan yang menempuh perjalanan dari Gerung menuju Gangga berlangsung meriah. Iring-iringan mempelai diiringi tabuhan gendang beleq serta disambut antusias masyarakat yang memadati sepanjang jalur yang dilalui. Kehadiran mobil dinas Bupati sebagai kendaraan pengantin menjadi daya tarik tersendiri dan menghadirkan nuansa berbeda pada tradisi yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Sasak.
Bagi Maksum, kesempatan menggunakan mobil dinas Bupati Lombok Barat merupakan pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya. Ia mengaku bersyukur karena permohonan yang diajukannya kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendapat respons positif.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang telah bersedia meminjamkan mobil dinas untuk mengantarkan kami pada momen bahagia ini. Saya bukan anak pejabat, saya hanya masyarakat biasa. Melalui surat permohonan, ternyata saya bisa menggunakan mobil dinas Bupati. Saya sangat senang dan bahagia. Ini menjadi kenangan yang tidak akan pernah kami lupakan,” ujarnya.
Penggunaan mobil dinas Bupati dalam prosesi nyongkolan tersebut menjadi yang pertama di Kabupaten Lombok Barat, bahkan diyakini sebagai yang pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kebijakan itu mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat serta membangun hubungan yang humanis antara pemerintah dan warga.
Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa fasilitas pemerintah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, kehadiran pemerintah dalam momentum penting kehidupan warga menjadi simbol bahwa pemerintah hadir tidak hanya dalam urusan administrasi dan pembangunan, tetapi juga dalam memberikan pelayanan yang menyentuh sisi sosial dan budaya masyarakat.
Prosesi nyongkolan dengan mobil dinas Bupati ini pun menjadi catatan sejarah baru di Lombok Barat sekaligus memperkuat semangat pelayanan publik yang inklusif, humanis, dan berpihak kepada masyarakat. (her)

