spot_img
Kamis, Maret 5, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMA336 Suspek Kasus Campak Ditemukan di Kota Bima

336 Suspek Kasus Campak Ditemukan di Kota Bima

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima menggelar rapat koordinasi pencegahan, penanggulangan dan antisipasi meningkatnya kasus suspek campak pada, Rabu, 4 Maret 2026. Rapat ini menindaklanjuti temuan 336 anak suspek campak hingga awal Maret 2026.

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Drs. H. Fakhruranji, M.E., menegaskan penanganan kasus campak menjadi prioritas daerah. Ia meminta pemetaan kasus dilakukan hingga tingkat kelurahan, agar intervensi lebih cepat dan terukur.

“Penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus bersinergi mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, posyandu hingga perangkat kelurahan. Edukasi orang tua menjadi kunci agar anak mendapatkan imunisasi lengkap,” tegasnya.

Peningkatan kasus terjadi signifikan sejak November 2025. Pada November tercatat 19 kasus, meningkat menjadi 30 kasus pada Desember. Januari melonjak menjadi 161 kasus. Pertengahan Februari berada pada kisaran 280 sampai 333 kasus dan hingga Maret total mencapai 336 anak terlapor sebagai suspek campak.

Rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, kondisi gizi anak yang kurang meningkatkan risiko penularan dan komplikasi.

“Campak sangat menular. Gejalanya diawali demam dan mata merah. Dalam kondisi berat dapat menyebabkan komplikasi hingga infeksi otak. Jika tidak ditangani dengan baik, berisiko menimbulkan kecacatan,” jelasnya.

Pihaknya berencana memperluas cakupan vaksinasi tambahan atau Supplementary Immunization Activities (SIA) sesuai rekomendasi World Health Organization. Program ini diprioritaskan bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dan kelompok berisiko tinggi.

Imunisasi massal dipusatkan di Puskesmas Jatibaru dan Puskesmas Paruga. Total sasaran mencapai 14 ribu anak di 11 kelurahan, dengan prioritas wilayah angka suspek tertinggi.

Di Kecamatan Rasanae Timur, khususnya Kelurahan Jatibaru, tercatat 71 orang terpapar. Sebanyak 69 orang telah sembuh dan dua orang masih dalam pengawasan. Kasus juga terdeteksi di Kecamatan Asakota dan Rasanae Barat.

Sekda menyebut berdasarkan data tingkat provinsi, kasus campak menjadi perhatian serius. Di Kabupaten Bima dilaporkan terdapat kasus meninggal dunia akibat campak.
“Langkah cepat dan kolaborasi seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menghentikan penyebaran campak di Kota Bima,” ujarnya.

Pemkot Bima menargetkan cakupan imunisasi meningkat dalam waktu singkat guna memutus rantai penularan. Selain itu, ia juga meminta peran aktif lurah dan camat dalam memantau perkembangan kasus di wilayah masing-masing. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO