PEMERINTAH Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, kembali menyalurkan bantuan cadangan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada kelompok penerima manfaat (KPM) untuk alokasi periode Februari–Maret 2026. Pada periode tersebut mengalami peningkatan signifikan.
Program penyaluran bantuan pangan tersebut sebelumnya diluncurkan secara simbolis oleh Pemerintah Kota Mataram melalui Asisten I Sekretariat Daerah Kota Mataram, H. Lalu Martawang, bersama Kantor Wilayah Bulog NTB di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Jumat (13/3/2026).
Pada peluncuran perdana program tahun 2026 ini, terdapat tiga kelurahan yang dijadikan percontohan, yakni Dasan Agung Baru, Monjok Timur, dan Mataram Barat.
Lurah Mataram Barat, Sunarti, menyebutkan jumlah penerima manfaat di wilayahnya mencapai 205 KPM yang tersebar di enam lingkungan. Penyaluran bantuan ini merupakan kerja sama antara Perum Bulog NTB dan Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP).
“Seperti biasa, bantuan disalurkan untuk dua bulan sekaligus. Jadi masing-masing KPM akan menerima 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng,” ujarnya, Jumat (13/3).
Sunarti mengungkapkan jumlah penerima manfaat pada periode Februari–Maret 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencapai 154 KPM.
Menurutnya, bertambahnya jumlah penerima disebabkan adanya pengajuan dari masyarakat kurang mampu yang sebelumnya belum terakomodasi, sehingga jumlah KPM meningkat sekitar 51 orang.
“Biasanya pengajuan dilakukan melalui kepala lingkungan, kemudian kami lakukan pengecekan ulang dan diajukan melalui aplikasi khusus. Setelah itu, penentuan akhir dilakukan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, data penerima bantuan pangan dari waktu ke waktu bersifat fluktuatif. Data yang digunakan pihak Bulog merupakan data awal yang telah diverifikasi sebelumnya.
Sementara itu, dalam pelaksanaan penyaluran bantuan, pihak kelurahan bersama petugas Bulog telah bersiaga di Kantor Lurah Mataram Barat yang menjadi lokasi distribusi bantuan.
Sunarti menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang telah didata sebelumnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok rumah tangga.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, program ini juga bertujuan menjaga ketahanan pangan masyarakat serta menekan potensi inflasi harga bahan pokok, terutama menjelang Idulfitri.
Sunarti juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib selama proses pengambilan bantuan dan membawa identitas diri guna mempermudah proses verifikasi.
“Kami berharap semua penerima bisa mengambil haknya dengan tertib dan mengikuti prosedur yang sudah ditentukan. Mari kita jaga proses ini agar berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” pesannya. (pan)

