BerandaNTBKOTA MATARAMEnam TPS Beroperasi Sistem Keliling, DLH Optimistis Sampah Tak Lagi Mengendap

Enam TPS Beroperasi Sistem Keliling, DLH Optimistis Sampah Tak Lagi Mengendap

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyatakan Kota Mataram saat ini telah bebas dari penggunaan tempat penampungan sampah (TPS) konvensional. Seluruh TPS yang sebelumnya beroperasi di enam kecamatan kini telah beralih menjadi TPS mobile atau TPS keliling.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan enam TPS konvensional yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi penampungan sementara sampah kini sepenuhnya menerapkan sistem TPS mobile. “Jadi, kita sudah bebas dari penggunaan TPS konvensional,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurut Denny, sistem penanganan sampah melalui TPS mobile terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan sistem sebelumnya. Perubahan tersebut terlihat dari kondisi lokasi TPS yang kini lebih bersih dan tertata karena tidak lagi terjadi penumpukan sampah.

Dalam operasionalnya, petugas pengangkut sampah menggunakan kendaraan roda tiga untuk mengumpulkan sampah dari lingkungan permukiman. Sampah tersebut kemudian langsung dipindahkan ke dump truk yang telah disiagakan di titik TPS pada waktu yang telah ditentukan.

Dengan sistem itu, sampah tidak lagi mengendap di TPS karena seluruh sampah yang masuk langsung dinaikkan ke dump truk dan selanjutnya diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

Selain mengurangi penumpukan sampah, penerapan TPS mobile juga dinilai lebih efisien dari sisi operasional. Pasalnya, tidak lagi diperlukan penggunaan alat berat untuk mengurai maupun mengatur tumpukan sampah di lokasi TPS.

“Jika petugas roda tiga langsung memindahkan sampah ke dump truk, maka tidak ada sampah yang tersisa di TPS dan tidak perlu lagi menggunakan alat berat,” jelasnya.

Denny menyebutkan, enam lokasi TPS mobile yang saat ini beroperasi di Kota Mataram berada di TPS Bintaro, Lawata, Pagutan, TPS depan Universitas 45 Cakranegara, Karang Baru, dan TPS Sandubaya.

Khusus TPS Sandubaya, yang sebelumnya difungsikan sebagai lokasi penampungan sementara saat operasional TPA Kebon Kongok ditutup, kini mengalami penurunan volume sampah yang cukup signifikan.

Sejak TPA Kebon Kongok kembali beroperasi pada awal Maret 2026, DLH Kota Mataram menerapkan sistem TPS mobile secara penuh di kawasan tersebut. Seluruh sampah yang masuk ke TPS Sandubaya diwajibkan langsung dipindahkan ke dump truk dan tidak diperbolehkan lagi ditumpuk di area TPS.

Melalui kebijakan tersebut, DLH berhasil mengurangi timbunan sampah di TPS Sandubaya. Jika sebelumnya volume sampah mencapai sekitar 10.000 ton, kini tersisa sekitar 4.000 ton.

“Kami menargetkan sisa 4.000 ton sampah itu dapat segera diangkut seluruhnya ke TPA. Dengan demikian, ke depan TPS Sandubaya akan berfungsi penuh sebagai TPS mobile tanpa ada lagi penumpukan sampah,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO