SEKRETARIS Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram memperkuat sosialisasi vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebelum pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Nyayu menanggapi imbauan Dinkes Kota Mataram agar orang tua tidak menolak pemberian vaksin HPV kepada anak. Menurutnya, sosialisasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami manfaat vaksin HPV dan tidak muncul kekhawatiran maupun penolakan akibat minimnya informasi.
“Sebaliknya sebelum dilakukan vaksin, alangkah baiknya dari pihak Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi agar masyarakat tahu pentingnya vaksin ini bagi anak-anak,” kata Nyayu kepada Suara NTB melaui pesan WhatsApp, Senin (17/8).
Ia mengatakan, sosialisasi dapat dilakukan melalui berbagai saluran, baik media massa, media sosial maupun dengan turun langsung ke sekolah-sekolah. Dengan demikian, informasi mengenai manfaat dan tujuan vaksin HPV dapat diterima secara langsung oleh siswa maupun orang tua.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai upaya edukasi tersebut perlu terus ditingkatkan agar masyarakat benar-benar memahami pentingnya vaksinasi HPV sebagai salah satu langkah pencegahan kanker serviks sejak dini.
“Perlu ditingkatkan lagi agar masyarakat betul-betul memahaminya,” ujarnya.
Selain Dinkes, Nyayu meminta pihak sekolah ikut berperan dalam mendukung program vaksinasi HPV. Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis untuk membantu menyampaikan informasi kepada siswa dan orang tua mengenai pentingnya vaksinasi tersebut.
Ia juga mendorong sosialisasi tidak hanya menyasar lingkungan sekolah, tetapi diperluas kepada para ibu melalui Tim Penggerak PKK, kelompok pengajian, serta berbagai organisasi perempuan dan anak.
Menurut Nyayu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat akan membuat penyampaian informasi mengenai vaksin HPV lebih luas dan mudah dipahami. Hal ini penting agar program vaksinasi dapat berjalan optimal sebagai bagian dari upaya bersama mencegah kanker serviks di masa mendatang.
“Jadi tidak hanya melalui sekolah, sosialisasi juga bisa dilakukan kepada ibu-ibu melalui Tim Penggerak PKK, ibu-ibu pengajian, serta organisasi perempuan dan anak,” pungkas anggota dewan dari daerah pemilihan Ampenan ini. (fit)


