PEMERINTAH Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, menyiapkan wilayahnya sebagai Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC). Sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan, pemerintah kelurahan bekerja sama dengan Puskesmas Cakranegara melakukan skrining terhadap 300 orang yang teridentifikasi memiliki kontak erat dengan penderita TBC.
Lurah Mandalika, Lalu Heru Nuryadin, mengatakan skrining dilaksanakan dalam tiga tahap atau gelombang dengan masing-masing menyasar 100 orang. Tahap pertama telah dilaksanakan pada Sabtu (8/8) dengan melibatkan 100 warga.
“Jadi kita skrining 100 orang yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC,” ujar Heru, Senin (17/8).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan Kelurahan Mandalika menjadi salah satu kelurahan siaga TBC di Kota Mataram. Setelah skrining tahap pertama selesai, masih terdapat 200 orang yang akan menjalani pemeriksaan pada dua tahap berikutnya.
Heru mengatakan, pelaksanaan skrining terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan penderita menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi penularan sejak dini. Apalagi, berdasarkan data Kelurahan Mandalika, pada 2026 tercatat 12 kasus TBC yang telah ditangani dan saat ini dalam proses penyembuhan. Jumlah tersebut menurun dibandingkan 2025 yang mencapai 16 kasus.
Menurut Heru, penanganan TBC tidak hanya berfokus pada penderita, tetapi juga perlu dilakukan terhadap orang-orang yang berpotensi tertular. Jika mata rantai penularan tidak segera diputus, penyebaran penyakit tersebut dapat terus meluas karena penularannya melalui udara.
“Penyebarannya cepat sekali. Karena itu, orang yang memiliki kontak erat dengan penderita perlu kita skrining agar bisa diketahui lebih awal,” jelasnya.
Atas dasar itu, Pemerintah Kelurahan Mandalika mendukung program Kelurahan Siaga TBC yang digagas Dinas Kesehatan Kota Mataram dan dilaksanakan melalui puskesmas. Untuk wilayah Mandalika, program tersebut dilaksanakan bersama Puskesmas Cakranegara.
Heru menegaskan pihaknya siap mendukung penetapan Mandalika sebagai kelurahan siaga TBC. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk memperkuat pencegahan dan penanganan TBC di tingkat lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penularan penyakit tersebut.
“Kami di Kelurahan Mandalika sangat siap jika ditunjuk sebagai kelurahan siaga TBC. Mengingat angka kasus di wilayah kami masih cukup tinggi, kalau tidak diputus mata rantainya, penyebaran ini sangat berbahaya bagi yang lain,” pungkasnya. (pan)


