Praya (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) Dr. H. M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., Sabtu (14/3/2026), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jelojok Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang. Ditemani ajudan dan sejumlah awak media, Wabup Loteng melihat langsung kondisi salah satu pasar terbesar di Loteng tersebut.
Selain mengecek kondisi harga kebutuhan pokok jelang Idulfitri, orang nomor dua di bumi Tatas Tuhu Tresna tersebut menyempatkan diri berdiskusi dengan para pedagang pasar setempat. Kesempatan itu pun dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk menyampaikan beberapa persoalan yang terjadi. Salah satunya terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) tarif lapak di pasar Jelojok. Di mana para pedagang mengaku ditarik restribusi pasar di atas ketentuan yang tertera.
Misalnya, untuk dua karcis restribusi pasar, para pedagang membayar hingga Rp14 ribu sampai 16 ribu. Padahal kalau ditotal dengan dua lembar karcis yang dibayar nilainya hanya Rp5 ribu. “Satu karcis pasar itu tertera nilainya Rp2.500. Tapi kita kadang bayarnya Rp7 ribu sampai Rp8 ribu,” aku salah seorang pedagang sayur.
Hal yang sama juga dialami para pedagang yang menempati area selasar di luar lapak. Meski membayar lebih sedikit, tetapi tetap saja nilai yang dibayar di atas ketentuan yang tertera. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain membayar (sesuai yang diminta juru pungut pasar) meski di atas ketentuan. Asalkan tetap bisa berjualan,” timpal pedagang lainnya.
Persoalan lain yakni terkait kondisi fasilitas penunjang pasar, khususnya saluran drainase di dalam area pasar yang sudah lama mampet. Kondisi tersebut membuat para pedagang dan masyarakat yang berbelanja menjadi tidak nyaman. Lantaran saluran yang mampet sering kali menimbulkan genangan hingga bau tidak sedap.
“Kalau secara umum kondisi bangunan pasar masih bagus. Hanya saluran drainase yang kurang terurus,” ujar ibu Ani, pedagang daging Pasar Jelojok, seraya berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian atas persoalan yang dialami para pedagang di Pasar Jelojok.
Menanggapi beberapa persoalan yang disampaikan para pedagang tersebut, Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.,M.Si., menegaskan akan segera membahasnya dengan OPD terkait. Bagaimana pun persoalan yang dihadapi masyarakat harus dijawab, sekecil apapun itu. Apalagi ini berkaitan dengan urusan orang banyak. “Segera kita bahas dengan OPD terkait,” jawab Nursiah, usai sidak kepada awak media.
Disinggung terkait kondisi harga kebutuhan pokok, didampingi Kades Kopang Rembiga Patria Negara, Wabup Loteng mengaku memang ada kenaikan harga dibeberapa komoditi. Terutama daging dan daging ayam. Bahkan, untuk daging ayam tidak hanya harga yang naik. Tetapi juga stoknya mulai terbatas di pasaran.
“Persoalan harga ini juga akan jadi bahasan bersama dengan instansi terkait lainya. Untuk bisa dilakukan upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok jelang Lebaran. Supaya masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkas Ketua DPD II Partai Golkar Loteng ini. (kir)

