Selong (suarantb.com) – Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mempercepat proses pencairan dana hibah untuk berbagai lembaga keagamaan dan sosial. Langkah ini dilakukan agar penerima manfaat dapat merasakan semarak Lebaran lebih awal.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lotim, H. Hasni, menjawab Suara NTB mengungkapkan bahwa selain percepatan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) senilai Rp 64,8 miliar lebih, pemerintah daerah juga bergerak cepat dalam menyalurkan dana hibah.
“Saat ini proses pencairan hibah untuk pesantren, masjid, dan mushola sedang diproses oleh Pak Bupati. Penandatanganan dilakukan sebelum Lebaran,” jelas H. Hasni, pekan kemarin.
Menurutnya, momentum Lebaran menjadi alasan utama percepatan pencairan ini. Pemerintah ingin agar masjid, musala, dan pondok pesantren dapat segera menggunakan dana tersebut untuk menyemarakkan kegiatan keagamaan selama bulan suci dan hari raya.
“Dengan adanya hibah ini, diharapkan kegiatan di masjid, mushola, dan pondok pesantren bisa lebih semarak. Ini bagian dari upaya kita bersama menyambut hari kemenangan,” tambahnya.
Dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, Pemkab Lotim mengalokasikan dana hibah sebesar Rp95,5 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi berbagai penerima, meliputi operasional sekolah swasta, PAUD swasta, lembaga pendidikan kesetaraan, hibah partai politik, serta berbagai badan dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Percepatan pencairan ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial menjelang Idulfitri. (rus)

