Praya (suarantb.com) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapat alokasi pupuk sekitar 24 ribu ton khusus untuk urea dari pemerintah pusat pada musim tanam tahun ini. Jumlah alokasi tersebut masih bisa bertambah hingga 26 ribu ton, jika memang Loteng butuh tambahan pupuk selama musim tanam kali ini. Besarnya alokasi pupuk tersebut membuat Pemkab Loteng optimis target surplus beras tahun ini bisa tercapai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepada Dinas Pertanian Loteng Zaenal Arifin, ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/3/2026), mengungkapkan secara kebutuhan hitung-hitungan kebutuhan pupuk, terutama urea di Loteng sebesar 26 ribu ton. Tetapi pemerintah pusat memberikan alokasi sebanyak 24 ribu untuk tahun musim tanam.
Artinya masih ada kekurangan sekitar 2 ribu ton. Namun kekurangan tersebut bukan jadi masalah, karena pemerintah pusat siap menambah alokasi pupuk bagi Loteng jika memang masih kekurangan. “Tahun lalu kita sampai empat kali minta tambahan pupuk. Jadi soal alokasi pupuk tidak ada masalah,” tegasnya.
Tinggal sekarang soal ketepatan waktu penyaluran pupuk saja yang perlu dibenahi. Mengingat, di beberapa wilayah, penyaluran pupuk sering terlambat dan tidak sesuai dengan waktu penggunaan pupuk. Koordinasi dengan pihak terkait pun sudah dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi keterlambatan penyaluran pupuk ke petani.
“Keterlambatanya penyaluran pupuk biasanya terjadi karena faktor di pengecer. Banyak pengecer yang belum siap secara modal, sehingga harus menunggu modal terkumpul dulu, baru bisa menebus pupuk di distributor,” ujarnya.
Persoalan tersebut sudah disampaikan ke pihak produsen pupuk, karena sekarang yang menentukan dan menunjuk pengecer tidak lagi distributor, tetap langsung produsen pupuk. Dan, hasil koordinasi terakhir menyebutkan kalau pihak produsen mensyaratkan pengecer pupuk harus punya modal yang memadai, baru akan ditunjuk sebagai pengecer. Dibuktikan dengan rekening koran di bank.
Jadi kalau pengecer tidak siap modal, maka tidak akan ditunjuk lagi sebagai pengecer pupuk oleh pihak produsen. “Kita melihat sudah cukup banyak perubahan terkait tata kelola pupuk sejauh ini. Baik itu dari sisi alokasi hingga system penyalurannya,” tegasnya.
Dengan semakin membaiknya tata kelola pupuk, maka ke depan diharapkan tidak ada lagi persoalan-persoalan terkait pupuk. Petani bisa memperoleh pupuk tepat waktu dan tepat jumlah. Sehingga bisa mendukung optimalisasi produksi padi pada tahun ini. Yang pada akhirnya bisa mendukung tercapainya target produk gabah di Loteng.
“Tahun lalu produksi gabah Loteng di atas 450 ribu ton. Sehingga mampu surplus beras hingga 150 ton. Tahun ini, dengan semakin baiknya tata kelola pupuk kita optimis capaian produksi gabah tahun ini akan bisa lebih baik lagi,” pungkas Zaenal. (kir)

