Selong (suarantb.com) — Jemaah Muhammadiyah di Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, menggelar pawai malam takbiran pada Kamis (19/3/2026) malam untuk menyambut Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat (20/3/2026).
Pawai takbiran tersebut dilaksanakan secara sederhana dengan diikuti tiga kafilah. Meski demikian, kegiatan berlangsung meriah dan tertib.
Pantauan Suara NTB sejak pukul 20.30 Wita, usai salat Isya, ribuan warga memadati simpang empat dan sepanjang jalan di Desa Pohgading untuk menyaksikan pawai. Suasana semakin semarak ketika sejumlah remaja menyalakan petasan ke udara. Para peserta pawai, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, berjalan kaki sambil mengiringi miniatur yang mereka bawa.
Ketua Remaja Musala Nurul Huda Dusun Gubuk Timuk, Digo Valencia, yang menjadi salah satu peserta pawai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan yang selalu diikuti.
“Setiap malam Lebaran Idulfitri kami ikut. Ini merupakan program kerja kami bersama remaja di sini,” ujarnya.
Menurut Digo, pawai takbiran menjadi momentum syiar Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Pada pawai tahun ini, ia bersama kelompoknya membuat miniatur mushaf Al-Qur’an terbuka. Miniatur itu dihiasi ornamen bulan sabit dan bintang sebagai simbol Islam. Proses pembuatannya dilakukan selama tiga hari sebelum acara dengan biaya sekitar Rp1 juta. Sumber biaya dari swadaya pemuda dan warga setempat.
Terkait rute pawai, Digo menyebutkan pola yang digunakan masih sama seperti tahun sebelumnya. Dimulai dari simpang empat dan berkeliling di sepanjang jalan raya Desa Pohgading.
“Untuk tahun depan, kami berharap pemerintah desa dan takmir masjid dapat menyelenggarakan pawai takbiran secara resmi dan dilombakan agar seluruh lingkungan atau kedusunan bisa terlibat,” katanya.
Suasana Tetap Meriah
Di sisi lain, warga yang tidak mengikuti pawai turut memadati pinggir jalan. Sejumlah warga bahkan menyediakan minuman dan makanan ringan bagi peserta sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan.
Salah seorang warga Desa Pohgading, Aryo, mengaku antusias dengan kegiatan tersebut meskipun hanya diikuti tiga kafilah. Ia menilai perayaan Idulfitri tahun ini berbeda dibandingkan desa lain di Kecamatan Pringgabaya yang mengikuti ketetapan pemerintah, yakni 1 Syawal jatuh pada Sabtu (21/3/2026).
“Suasananya lumayan meriah meski hanya diikuti beberapa lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar dan lebih meriah lagi,” ujarnya.
Pawai takbiran berlangsung tertib dan lancar berkat pengamanan dari petugas gabungan Kepolisian Sektor Pringgabaya, Koramil, serta Badan Keamanan Desa (BKD).
Sebagai informasi, di Kecamatan Pringgabaya terdapat beberapa wilayah yang melaksanakan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026), di antaranya Desa Pohgading, Desa Batuyang, serta sebagian masyarakat di Desa Labuhan Lombok dan Desa Seruni Mumbul. (pan)

