Rabu, Maret 25, 2026

BerandaNTBSUMBAWA BARATKisah Penerima AMMAN Scholars, Peroleh Keterampilan hingga Tumbuhkan Kemandirian

Kisah Penerima AMMAN Scholars, Peroleh Keterampilan hingga Tumbuhkan Kemandirian

Program AMMMAN Scholars merupakan salah satu agenda pengembangan sumber daya manusia PT Amman Nusa Tenggara (AMMAN) di bidang pendidikan.  Program ini telah berjalan selama enam tahun.

Perusahaan tambang emas ini memberikan kesempatan ratusan anak-anak Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa, untuk merasakan kegiatan belajar vokasi dan pendidikan formal di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan di Pulau Jawa.

foto Ahyati Mulya (Aya) salah satu Alumni AMMAN Scholars

Untuk mendapatkan kesempatan mengikuti dan menjalankan program AMMAN Scholars ini dinilai tidak mudah. Para calon penerima beasisiwa sejak awal harus memacu diri untuk berkompetisi lewat jalur seleksi. Saat lulus seleksi sesuai sekolah yang dipilih, mereka harus berkompetisi selama tiga tahun untuk mengenyam pendidikan sebagai siswa penerima program beasiswa SMK AMMAN.

“Pokoknya saya banyak strugling (berjuang) mulai masuk sampai waktu masa-masa bersekolah,” ungkap Ahyati Mulya, alumni AMMAN Scholars Batch 1 saat menceritakan pengalamannya.

Ahyati atau akrab disapa Aya ini sebelumnya bersekolah di SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus dengan mengambil Jurusan Animasi 2D. Jurusan itu kata Aya, sangat berat karena merupakan bidang unggulan di SMK RUS dan metode pembelajarannya telah bertaraf internasional.

Meski begitu, Aya tak patah arang. Ia mengaku di awal masuk sekolah sama sekali tidak punya pengetahuan mengenai dasar-dasar animasi, seperti menggambar dan desain grafis. Namun, mental dan semangat kuatnya untuk belajar serta didukung metode pembelajaran yang diterapkan SMK RUS membuatnya dapat bertahan bahkan berprestasi. “Kami di program ini ada diberikan target standar nilai akademik. Alhamdulillah itu selalu bisa saya penuhi tiap semesternya sampai lulus,” kenangnya.

Prestasi Aya yang membanggakan dirinya selama mengenyam pendidikan adalah mengikuti program magang sebagai graphic designer dan content planner di Studio 7inc Jogja selama delapan bulan. Ia menggambarkan magang itu layaknya bekerja profesional. Aya beraktivitas layaknya profesional dengan banyak target yang harus dituntaskan bersama timnya. “Dan saya bangga karena di magang itu hanya saya yang anak SMK. Lainnya rata-rata mahasiswa jurusan animasi,” urainya seraya menambahkan dirinya juga pernah dipercaya menjadi fotografer sekolah. “Saya kebetulan hobi fotografi dan itu bisa saya kembangkan di sekolah juga dengan menjadi fotografer di Teaching Factory RUS Animation Studio selama 3 bulan,” sambungnya.

Di luar aktivitas sekolah, Aya mengaku hal yang ditempa pada dirinya adalah kemandirian individu. Ia menceritakan, hidup jauh dari orang tua selama 3 tahun membuat dirinya kini optimis mampu menjalani kehidupan dengan usahanya sendiri. Hal itu pun dibuktikan Aya.

Meski kini, ia tidak dapat mengejar mimpinya berkarir di Jakarta dengan keterampilan yang dimilikinya, karena harus pulang menemani ibunya di Jereweh. Ia kini memiliki usaha kuliner Dimsum. Keterampilannya mendesain gambar dan video dijadikannya sebagai modal mempromosikan usahanya tersebut di sosial media.

“Tapi saya tidak pernah mengubur mimpi saya untuk bisa bekerja sesuai keahlian saya. Saya ada melamar di beberapa perusahaan yang pekerjaannya mungkin bisa dilakukan remote (jarak jauh). Terus saya sekarang juga bekerja di Bene Residence dan Eatery di Desa Benete Maluk sebagai resepsionis sekaligus dipercaya untuk mengelola berbagai brand design dan social media,” beber Aya.

Aya mengaku bekesempatan mengikuti program AMMAN Scholars merupakan sebuah pengalaman berharga bagi dirinya. Ia pun berharap program ini dapat terus dilanjutkan sehingga banyak lagi anak-anak KSB yang dapat merasakan manfaatnya. “Saya pribadi berterima kasih kepada AMMAN karena sudah memberi kesempatan berharga ini kepada saya,” tukasnya.

Pengalaman Aya ini juga dirasakan oleh penerima program AMMAN Scholars lainnya. Rabiyatul Adawiah yang kini tengah mengeyam pendidikan di SMK Brantas Malang pada jurusan Teknik Pembangkit Listrik, Michael Gabriel Lele yang bersekolah di SMK PGRI 2 Ponorogo dengan jurusan teknik alat beratnya TAB) serta Nayla Aulia Marsya yang duduk di bangku kelas XI Jurusan Perhotelan SMK PGRI 1 Kudus. Ketiganya mengaku banyak hal positif yang diperoleh melalui program ini selain keterampilan kerja sesuai jurusannya masing-masing. “Kami senang karena banyak pengalaman yang kami peroleh. Dan kami di sini dapat ilmu banyak bukan saja pada jurusan yang kami ikuti tapi sofskill untuk bisa hidup mandiri,” kata Rabiatul Adwiah.(bug/*)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO