Mataram (Suara NTB) – Politisi partai Gerindra NTB, Ali Ustman Ahim angkat bicara menanggapi derasnya arus kritikan berbagai elemen masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal. Dia menyebutkan bahwa dalam satu tahun kepemimpinan Iqbal, telah banyak kebijakan setrategis yang telah dihasilkan.
“Ini soal pilihan menjadi populis atau strategis. Dan kami dari awal tidak memilih opsi populis,” ungkap Ali Ustman Ahim untuk menjawab berbagai kritikan kepada kepemimpinan Iqbal-Dinda tersebut, pada Kamis 26 Maret 2026.
Anggota DPRD dari fraksi partai Gerindra itu kemudian menyebutkan sejumlah kebijakan setrategis yang telah diambil oleh Gubernur. Meski kebijakan tersebut sifatnya tidak populis, akan tetapi sangat penting untuk daerah.
Pertama bagaimana Iqbal diwal kepemimpinanya berhasil melunasi hutang belanja daerah di tahun 2024 sebesar Rp380 miliar. “Sebelum beliau memimpin dan ketika beliau memimpin di tahun 2025 beliau bantu pembayaran hutang tersebut sebesar Rp 210 miliar,” ungkap Ali.
Diawal kepemimpinannya, Iqbal melakukan perombakan besar terhadap fiskal daerah dengan melakukan efisiensi anggaran besar besaran untuk pembangunan NTB. Belanja-belanja operasional diefesiensikan dengan melakukan penggabungan OPD.
“Gubernur memutus anggaran operasional tahunan yang sering jadi bancakan, apa itu? Operasional kendaraan dinas, ini operasional all in hampir Rp18 miliar setahun,” jelasnya.
Selanjutnya Gubernur telah berhasil menaikkan dua Rumah Sakit di pulau Sumbawa yakni RS Manambai dari Tipe C ke B dan RS Kota Bima dari Tipe D ke Tipe C. Peningkatan tipe kedua rumah sakit tersebut tentu sangat bermanfaat, karena masyarakat Sumbawa yang sakit tidak perlu lagi dirujuk ke Mataram yang jauh.
“Kemudian harga tiket pesawat sekarang murah kan? Jangan kira itu bim salabim. Gubernur bolak balik ketemu menhub dan bos-bos maskapai, baru itu bisa terjadi,” ungkap Ali menyebutkan kerasnya usah Gubernur Iqbal meningkatkan konektivitas daerah.
Catatan keberhasilan kinerja Gubernur Iqbal yang lain juga dapat dilihat dari perbaiki manajemen BUMD, salah satunya Bank NTB Syariah. Dimana dalam kurun waktu setahun, sekarang M-banking Bank NTB Syariah mulai jalan, KUR 7 tahun mati mukai diaktifkan.
Iqbal juga menaruh perhatian besar terhadap sektor pertanian. Dimana irigasi pertanian dilakukan revitialisasi yang kemudian memberikan dampak produktifitas pertanian. Yakni masa tanam petani bertambah selama setahun dari 2 kali menjadi 3 kali setahun.
“Pembangunan infrastruktur di pulau Sumbawa yakni jalan Poto tano yang bertahun-tahun tidak di urus, mulai dibangun di era Gubernur Iqbal. Gubernur juga secara intens membangun kolaborasi dengan pusat untuk mengawal berapa program besar yang anggarannya dilobi dari pusat,” pungkasnya. (ndi)

