Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram mencatat lonjakan kunjungan pasien di 11 puskesmas pasca-Lebaran Idulfitri 2026. Peningkatan tersebut didominasi oleh keluhan gangguan pencernaan yang dialami masyarakat usai perayaan hari raya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan jumlah kunjungan pasien setelah Lebaran mencapai sekitar 1.000 orang. Rata-rata, setiap puskesmas melayani lebih dari 100 pasien per hari, bahkan pada hari-hari tertentu terjadi antrean yang cukup panjang.
“Sejak beberapa hari terakhir kunjungan pasien meningkat. Rata-rata di atas 100 pasien per puskesmas, dengan keluhan terbanyak terkait gangguan pencernaan,” ujarnya, Kamis 26 Maret.
Menurutnya, lonjakan kasus ini tidak terlepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Saat Lebaran, masyarakat cenderung mengonsumsi berbagai jenis makanan secara berlebihan, terutama makanan berlemak, bersantan, dan manis, yang dapat memicu gangguan pada sistem pencernaan.
Selain itu, faktor kebersihan makanan juga menjadi perhatian. Makanan yang disajikan dalam jumlah besar dan dikonsumsi berulang kali tanpa penanganan yang higienis berpotensi menyebabkan infeksi saluran pencernaan.
“Keluhan umumnya berkaitan dengan pencernaan, kemudian ada juga infeksi. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi,” jelasnya.
Emirald menambahkan, jenis penyakit yang ditangani di puskesmas cukup beragam. Selain dispepsia atau maag, petugas kesehatan juga menemukan kasus penyakit infeksi seperti tifus. Tidak sedikit pula pasien yang datang untuk memperpanjang rujukan ke rumah sakit, serta memanfaatkan layanan lain seperti poli gigi dan pemeriksaan umum.
Ia menilai fenomena peningkatan kunjungan pasien pasca-Lebaran merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Perubahan drastis dari pola makan teratur saat puasa ke pola konsumsi bebas saat Lebaran menjadi salah satu penyebab utama.
“Ini memang pola tahunan. Setelah puasa, masyarakat cenderung ‘balas’ makan tanpa kontrol, sehingga berdampak pada kondisi kesehatan,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak puskesmas telah mengoptimalkan pelayanan dengan menambah kesiapan tenaga kesehatan serta mempercepat alur pelayanan pasien. Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat.
Edukasi tersebut mencakup pentingnya menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula, serta memastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi bersih dan layak.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti nyeri perut, mual, muntah, atau diare yang berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjaga kondisi kesehatan pasca-Lebaran serta menekan risiko gangguan pencernaan maupun penyakit infeksi yang kerap meningkat setelah hari raya. (pan)

