Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk penataan trotoar di Jalan Adisucipto, tepatnya di kawasan Kelurahan Rembiga dan Kelurahan Pejarakan Karya, di depan eks Bandara Selaparang.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan penataan trotoar di kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas lanjutan setelah pengerjaan di sejumlah ruas jalan lain, seperti Jalan Langko dan Jalan Airlangga yang kini telah memasuki tahap akhir.
“Untuk Jalan Langko dan Airlangga sudah tahap pengecatan. Sementara untuk fisik pengerjaan berikutnya, kami fokus di Jalan Adisucipto, khususnya di depan eks Bandara Selaparang,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan, konsep penataan trotoar di Jalan Adisucipto akan mengedepankan aspek estetika dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Trotoar dengan lebar lebih dari tiga meter dan panjang sekitar 500 meter tersebut akan dilengkapi dengan taman di median serta fasilitas bangku.
“Konsepnya tidak hanya trotoar biasa, tetapi ada penambahan taman dan tempat duduk supaya lebih menarik dan nyaman. Jadi tidak terlihat monoton, sekaligus menambah keindahan kawasan,” jelasnya.
Lale menambahkan, anggaran Rp400 juta tersebut digunakan untuk pembangunan fisik seperti taman, perbaikan trotoar, serta fasilitas pendukung lainnya. Sementara untuk pengecatan, pihaknya memanfaatkan skema swakelola dengan menggunakan stok cat yang tersedia.
“Kami lakukan secara swakelola, memanfaatkan sisa cat marka jalan yang kemudian dipadukan dengan warna-warna lain untuk mempercantik tampilan,” jelasnya.
Penataan trotoar ini dilakukan setelah 105 pedagang kaki lima (PKL) direlokasi ke dalam area eks Bandara Selaparang. Langkah tersebut bertujuan mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang publik bagi pejalan kaki sekaligus meningkatkan estetika kota.
Selain di Jalan Adisucipto, Dinas PUPR juga telah menata trotoar di Jalan Langko dan Jalan Airlangga dengan konsep serupa, yang kini hampir rampung.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, H. Irwan Rahadi, menegaskan pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengawasi agar tidak ada lagi aktivitas PKL di trotoar Jalan Adisucipto.
“Satgas ini bertugas memastikan trotoar tetap difungsikan sebagaimana mestinya dan tidak kembali ditempati PKL,” ujarnya.
Di sisi lain, dampak relokasi PKL mulai dirasakan masyarakat. Arus lalu lintas di Jalan Adisucipto kini lebih lancar dibandingkan sebelumnya yang kerap padat akibat parkir kendaraan di bahu jalan.
Selain itu, aktivitas ekonomi di kawasan eks Bandara Selaparang juga menunjukkan peningkatan. Pengunjung dinilai lebih nyaman karena tersedia area parkir yang memadai serta lokasi yang lebih tertata untuk menikmati kuliner.
Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap kawasan Jalan Adisucipto tidak hanya menjadi lebih tertib dan nyaman, tetapi juga mampu menjadi ruang publik yang representatif serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (pan)

