Selong (Suara NTB) – Proyek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih membutuhkan tambahan anggaran guna memperluas jaringan distribusi air bersih ke masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur, Sopyan Hakim, kepada Suara NTB mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pihaknya telah merealisasikan anggaran sebesar Rp14 miliar untuk penambahan jaringan distribusi. Program ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan SPAM Pantai Selatan yang dikelola operator SPAM Kota Raja.
Menurut Sopyan, penambahan jaringan difokuskan pada wilayah yang sebelumnya belum terlayani air bersih, khususnya di kawasan Ekas dan sekitarnya.
“Sebelumnya pada 2024, jaringan dari reservoir di Ekas belum tersambung ke perkampungan. Dari anggaran Rp14 miliar itu, kami gunakan untuk membangun jaringan ke Ekas, Seriwe, Batu Nampar Selatan, dan wilayah sekitar hingga tuntas,” ujarnya, akhir pekan lalu.
Dari program tersebut, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kini mulai menikmati akses air bersih secara gratis melalui sambungan rumah (SR). Total sambungan yang telah terpasang mencapai 3.400 SR.
Rinciannya, sekitar 300 sambungan terpasang di Ekas dan 450 sambungan di Seriwe. Data penerima manfaat tersebut diusulkan oleh pemerintah desa, dengan sekitar 80 persen merupakan warga berpenghasilan rendah yang sangat membutuhkan layanan air bersih.
Selain memperluas jaringan, PDAM juga meningkatkan kapasitas debit air untuk menunjang distribusi. Jika sebelumnya debit hanya 50 liter per detik, kini meningkat menjadi 100 liter per detik.
“Dengan penambahan debit ini, distribusi air menjadi lebih optimal. Saat ini kapasitas tersebut mampu menjangkau sekitar 7.000 hingga 10.000 kepala keluarga. Namun dari 3.400 sambungan baru, masih ada sekitar 6.600 KK yang belum terlayani,” jelasnya.
Sopyan menambahkan, kondisi saat ini bahkan menunjukkan kelebihan aliran (overflow) di reservoir. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, idealnya diperlukan peningkatan debit hingga 150 liter per detik.
Ke depan, PDAM Lombok Timur akan terus melanjutkan pemasangan sambungan baru. Namun, untuk pemasangan di luar kuota program MBR yang dibiayai pemerintah, masyarakat akan dikenakan biaya sesuai ketentuan tarif yang berlaku. (rus)

