Minggu, Maret 29, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMLebaran Topat, Momentum Silaturahmi dan Toleransi di Kota Mataram

Lebaran Topat, Momentum Silaturahmi dan Toleransi di Kota Mataram

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menegaskan perayaan Lebaran Topat atau Ketupat merupakan bagian penting dalam menjaga konsistensi tradisi sebagai identitas budaya sekaligus sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.

Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, mengatakan Lebaran Topat merupakan tradisi yang memiliki nilai positif dan terus dilestarikan hingga saat ini. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi tersebut dari generasi ke generasi.

“Kita bersyukur hari ini kembali bisa melaksanakan tradisi Lebaran Topat dengan suasana penuh sukacita. Ini adalah kegiatan yang terus kita jaga konsistensinya dari tahun ke tahun, meskipun ada sedikit penyesuaian,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Menurutnya, secara makna, perayaan Lebaran Topat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan saling bermaafan setelah masyarakat menjalankan ibadah puasa sunnah di bulan Syawal.

Lebaran Topat juga, lanjutnya, menjadi bagian dari rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 yang tidak hanya merefleksikan nilai religius, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga di tengah dinamika global.

“Saya mengimbau masyarakat agar merayakan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga ketertiban dan keselamatan,” pesannya.

Orang nomor satu di Kota Mataram ini juga menjelaskan, tradisi Lebaran Topat tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi mengandung filosofi mendalam, termasuk makna ketupat sebagai simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan nilai-nilai kehidupan.

Lebih lanjut, Mohan menekankan pentingnya pelestarian tradisi sebagai tanggung jawab bersama, terutama dalam membina generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai positif di tengah perkembangan zaman.

“Kita harus terus mengingatkan generasi muda untuk merawat tradisi. Di tengah perkembangan masyarakat, ada nilai positif dan negatif. Tugas kita memastikan nilai-nilai yang baik tetap bertahan,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang tidak dapat dihindari, baik dalam aspek agama, politik, maupun pandangan sosial.

“Perbedaan itu pasti ada, bahkan dalam satu agama sekalipun. Namun, semuanya harus kita kelola dengan penuh tanggung jawab untuk menjaga semangat toleransi,” pungkasnya.

Pelaksanaan Lebaran Topat di Kota Mataram dipusatkan di dua lokasi, yakni Makam Bintaro di Jalan Saleh Sungkar, Kecamatan Ampenan, serta Makam Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

Masing-masing lokasi mengusung tema berbeda. Di Makam Bintaro mengangkat tema “Mataram Religi Ketupat” (Ma’ripat), sedangkan di kawasan Makam Loang Baloq dan Taman Loang Baloq mengusung tema “Berkah Topat Mentaram”. (pan)

IKLAN
Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN


Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO