Mataram (Suara NTB) – Upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah menjadi salah satu budaya disiplin yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi satu gerakan bersama yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal ini turut dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB yang mengambil bagian dalam gerakan disiplin dan kebersamaan dengan dunia pendidikan.
Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, menjadi pembina upacara di SDN 2 Kuranji, Mataram. Sebagai perwakilan Unit Pelaksana Teknis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, partisipasi Balai Bahasa Provinsi NTB pada kegiatan ini bukan hanya untuk mengawal dan memastikan pelaksanaan upacara bendera berjalan lancar, tetapi juga sebagai perekat kehadiran dan kebersamaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di lingkup satuan pendidikan.
Ia mengapresiasi dan mendorong sekolah untuk terus semangat mendidik siswa melalui berbagai program berkualitas yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen. Dalam pembacaan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, ia menegaskan bahwa peran sekolah sangat penting dalam menerapkan berbagai program Presiden Republik Indonesia melalui hal-hal sederhana. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Program ini mengajak seluruh insan pendidikan untuk mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman, menjaga kesehatan jiwa dan raga, membiasakan menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, dan memilah sampah sesuai jenisnya, serta menciptakan lingkungan yang indah, rapi, dan teratur.
“Anak-anakku yang saya banggakan, pesan yang saya bacakan ini adalah pesan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bapak Abdul Mu’ti. Kita harus menjaga sekolah kita tetap bersih dan indah. Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu guru, anak-anakku agar selalu membuang sampah pada tempatnya, rukun bersama teman, tidak merundung teman, dan memastikan lingkungan dalam kondisi bersih, ya,” imbuh Zamzam menekankan Gerakan Indonesia ASRI.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta upacara, baik kepala sekolah, guru, maupun siswa untuk melaksanakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat secara tertib dan menjadi pembiasaan bersama di sekolah. Sebanyak 170 siswa dan 10 guru yang melaksanakan upacara hari ini menunjukkan komitmen mendukung program Kemendikdasmen. Pembacaan Ikrar Pelajar Pancasila, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati dan mencintai guru dan orang tua, belajar dengan sungguh-sungguh, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air Indonesia dibacakan oleh salah satu siswa dan diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Pada kesempatan ini, Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro bersama dengan guru dan siswa menyanyikan lagu Rukun Sama Teman. Bahkan, perwakilan siswa dan guru unjuk gerakan secara kompak. Menurut Ety Mulyati, Kepala SDN 2 Kuranji, semua program Kemendikdasmen, baik Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Rukun Sama Teman, dan program lainnya telah dilaksanakan oleh SDN 2 Kuranji. Seluruh program merupakan bagian dari pembiasaan pendidikan yang diberikan kepada seluruh siswa.
“Kami telah lama melaksanakan program-program Kemendikdasmen, termasuk Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Seluruh siswa mengikuti jadwal yang telah kami tetapkan dengan didampingi oleh guru. Kami berharap bahwa dengan adanya pembiasaan pembelajaran ini dapat membiasakan siswa dalam melakukan pembelajaran-pembelajaran yang bermanfaat”, jelas Ety Mulyati saat pertemuan dengan Tim Balai Bahasa Provinsi NTB setelah upacara berlangsung.
Kesempatan ini juga menjadi awal pencanangan komitmen Balai Bahasa Provinsi NTB dalam mendukung program Gerakan Indonesia ASRI bersama SDN 2 Kuranji. Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro menyerahkan bantuan alat kebersihan sekolah yang dapat mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI. Ia dan Kepala SDN 2 Kuranji menjelaskan penggunaan pemilahan sampah organik, nonorganik, dan B3. Harapannya, siswa akan termotivasi untuk tertib dalam memilah dan membuang sampah berdasarkan jenisnya.
Dengan adanya kolaborasi dalam upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah ini menunjukkan komitmen Balai Bahasa Provinsi NTB untuk mengawal dan mengambil bagian dalam kontribusi pembangunan pendidikan dan menjadi langkah awal untuk sinergi program bersama. Kegiatan ini juga menjadi bukti kehadiran pemerintah di sekolah dan menjadi dukungan nyata bagi warga sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. (r)

