Minggu, April 5, 2026

BerandaBIMABalita dan Ibu Hamil Diduga Keracunan MBG

Balita dan Ibu Hamil Diduga Keracunan MBG


Bima (Suara NTB) – Sejumlah 28 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, dilarikan ke Puskesmas Wera pada Sabtu (4/4), setelah mengalami muntah dan diare. Mereka menjalani perawatan karena diduga keracunan usai menyantap paket MBG.

Data yang dihimpun di Puskesmas Wera hingga Minggu (5/4) pukul 03.23 WITA tercatat total 28 orang menjalani perawatan. Mereka terdiri dari tiga balita, dua ibu hamil, dan 23 siswa dari sejumlah posyandu dan sekolah di wilayah tersebut.

Para penerima manfaat sebelumnya menyantap paket MBG yang berisi nasi, telur ceplok berbumbu, nugget, timun, kemangi, dan jeruk santang.

Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bima, Bagus Naeni Santoso, mengatakan pihaknya masih menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut. “Masih di telusuri sama anggota di Wera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4).

Ia mengungkapkan, sampel menu MBG telah diambil dan saat ini sedang diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Berdasarkan identifikasi awal internal SPPG, terdapat catatan terhadap salah satu jenis menu, yakni nugget homemade. Nugget tersebut diketahui tidak diproduksi langsung oleh SPPG.

“Berdasarkan identifikasi awal bahwa nugget homemade tidak diproduksi langsung oleh SPPG. Namun dibeli oleh mitra ke suplier sebagai pihak kedua. KA (Kepala Satuan) SPPG sudah menyampaikan bahkan mengingatkan kepada mitra untuk tidak melakukan hal demikian, namun mitra tetap melakukannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, saat penerimaan bahan baku telah dilakukan proses sortir oleh akuntan, ahli gizi, dan Kepala SPPG. Hasil sortir menunjukkan bahan baku dalam kondisi aman untuk diolah, kecuali bahan nugget homemade yang merupakan makanan siap diolah.

“Pada penerimaan bahan baku telah dilakukan sortir oleh akuntan, ahli gizi, dan Ka SPPG dan dinyatakan bahan baku dalam keadaan aman untuk diolah, untuk bahan makanan siap diolah kecuali nugget homemade,” tambahnya.

Kasus ini melibatkan penerima manfaat dari beberapa titik layanan, yakni Posyandu Pantamanu Desa Tadewa, Posyandu Delima Desa Wora, serta sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Wera, di antaranya SD Negeri Tadewa, TK Pantamanu, SMP 8 Wera Satap, SD Negeri Wora, SDN Inpres Wora Dalam, dan SDN Inpres 2 Wora-Ntundu.

Pihak SPPG juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Puskesmas Wera,untuk memastikan jumlah korban dan memantau kondisi pasien.

Dari hasil koordinasi dengan pihak Puskesmas Wera, hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa gangguan kesehatan yang dialami para pasien disebabkan oleh konsumsi paket MBG.

“Pasien yang dirawat belum bisa dipastikan keracunan dikarenakan mengkonsumsi paket MBG, karena masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.


Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti, membenarkan bahwa pengambilan sampel makanan dari program MBG telah dilakukan pada Minggu (5/4).
“Iya betul, teman-teman hari ini turun ke Wera untuk mengambil sampel makanan tersebut,” ujarnya, Minggu (5/4).


Sampel makanan yang diambil akan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bima, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Belum bisa dipastikan kapan hasilnya keluar, karena sampel makanan tersebut akan dibawa ke Labkesda Kota Bima untuk diperiksa. Semoga paling telat besok sudah keluar,” tambahnya. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO