Senin, April 6, 2026

BerandaEKONOMIPengiriman Ternak ke Luar NTB, Pemprov NTB Siapkan Pos Pengamanan

Pengiriman Ternak ke Luar NTB, Pemprov NTB Siapkan Pos Pengamanan

 

Mataram (Suara NTB) – Menjelang Hari Raya Kurban, Pemprov NTB siapkan pos pengamanan di lima titik lokasi yang dianggap rawan. Di antaranya Kabupaten Bima, Perbatasan Bima-Dompu, Kawasan Labuhan Badas dan Pelabuhan Pototano serta Pelabuhan Lembar.


Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhamad Riadi mengatakan pihaknya sudah mulai mengantisipasi lalu lintas ternak guna memastikan kelancaran distribusi hewan kurban. Salah satu caranya yaitu dengan mempersiapkan pengamanan, termasuk persiapan posko terpadu di berbagai daerah.


“Pembahasan dalam rapat koordinasi ini disepakati skema pengawasan melalui pembentukan pos pantau di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran distribusi sekaligus menjaga kesehatan dan kelayakan hewan kurban,” ujarnya, Senin (6/4/2026).


Selain distribusi hewan, kesehatan ternak juga menjadi fokus pemerintah. Mulai dari pemeriksaan kesehatan ternak sebelum diperdagangkan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga kesiapan petugas di lapangan guna menjamin keamanan dan kelayakan hewan kurban bagi masyarakat.


Di tahun ini, Pemprov NTB mengirim 30 ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sapi-sapi tersebut sebagian besar berasal dari Pulau Sumbawa dan didistribusikan melalui jalur darat maupun laut.


“Jadi, 30.000 ekor sapi kurban yang akan dikirim ke Jabodetabek. Itu khusus untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha saja, yang ke Jabodetabek,” katanya.


Distribusi sapi kurban telah dimulai sejak beberapa peman lalu oleh para pelaku usaha peternakan menggunakan truk tronton dengan rute darat Bima–Lombok–Surabaya. Untuk mencegah kemacetan dan penumpukan kendaraan di pelabuhan, seperti Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa dan Pelabuhan Gili Mas di Lombok Barat, Disnakeswan NTB menerapkan sistem pengaturan jadwal pengiriman.


Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi lonjakan pengiriman menjelang Idul Adha. Riadi menegaskan pentingnya pengaturan tersebut agar arus distribusi tetap lancar. “Nah, yang kita khawatirkan nanti pas menjelang Idul Adha, jangan sampai dia menggerombol bergerak dalam waktu bersamaan. Sehingga menumpuk di pelabuhan, itu yang kita antisipasi sekarang dengan melakukan pengaturan,” jelasnya.


Selain jalur darat, pengiriman juga dilakukan melalui jalur laut, terutama untuk sapi dari wilayah Bima dan Dompu. Pemerintah telah mengoperasikan kapal ternak Cemara Nusantara dengan rute Bima–Tanjung Priok yang mampu mengangkut sekitar 500 ekor sapi dalam sekali perjalanan. Dalam satu minggu, kapal tersebut dapat berlayar hingga tiga kali dengan total kapasitas sekitar 1.500 ekor sapi.


Melihat tingginya kebutuhan distribusi, Disnakeswan NTB mengusulkan peningkatan frekuensi pelayaran menjadi lima hingga enam kali per minggu dengan rute tambahan Bima–Surabaya, sehingga kapasitas angkut dapat mencapai 3.000 ekor sapi per minggu. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO