Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengungkap telah mengajukan klaim asuransi terhadap lahan pertanian yang terserang hama tungro. Berdasarkan data sementara dinas, seluas 121,73 hektare lahan padi petani yang diusulkan dan telah disetujui masuk dalam aplikasi sistem Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Per hari ini (kemarin,red) yang masuk klaimnya ke aplikasi Jasindo sudah sebanyak 121,73 hektare dan sebagian besar akibat terserang hama tungro,” terang Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian KSB, Syamsul Rizal, Senin (6/4).
Terhadap lahan yang telah diajukan klaimnya tersebut, saat ini tengah ditinjau lapangan oleh tim adjuster. Menurut Rizal, sejak Jumat pekan lalu, tim penilai kerugian tersebut menyisir setiap hektar lahan yang diusulkan untuk memastikan kevalidan data-data lapangan. “Sekarang tim (adjuster) itu masih ada di Brang Rea, karena di sana salah satu wilayah terluas kita ajukan klaimnya,” paparnya.
Rizal mengaku, masih terdapat lahan padi rusak akibat terserang tungro yang disiapkan untuk diajukan klaim asuransi. Hampir setiap hari lanjut dia, pihaknya masih menerima laporan dari petugas PPL bahwa lahan pertanian milik petani mengalami serangan hama atau berbagai kondisi yang menyebabkan gagal panen. “Ada yang sedang kita lengkapi berkasnya juga sebelum kami masukkan ke aplikasi Jasindo,” sebutnya.
Pada bagian lain, Rizal mengurai rencana Dinas Pertanian terhadap upaya menghentikan siklus serangan hama tungro yang terjadi saat ini. Pihaknya tengah menyusun sejumlah skenario untuk menghentikan virus hama yang ditimbulkan oleh wereng hijau tersebut. “Eradikasi (pemusnahan) itu wajib terhadap tanaman terinfeksi. Dan berikutnya kita buat strategi baru agar virusnya tidak terus berlanjut ke musim tanam berikutnya,” katanya.
Setidaknya ada 2 opsi yang disiapkan Dinas Pertanian KSB , pertama mengarahkan petani untuk menyetop menanam padi di musim tanam ketiga di tahun ini. Dan sebagai gantinya para petani akan diberikan kompensasi bantuan bibit berbagai jenis tanaman hortikultura. Sementara opsi kedua, Rizal mengatakan, petani tetap dianjurkan menanam padi tetapi dengan menggunakan varietas bibit berbeda dari sebelumnya yang lebih kuat terhadap serangan hama. “Opsi ini masih kita timbang-timbang, mana yang terbaik,” cetusnya.
Selanjutnya kata Rizal, ada juga upaya yang tengah disiapkan pihaknya bersama PPL untuk mensterilkan lahan pertanian yang terserang hama tungro. “Tadi diskusi kami dengan PPL perlu juga dilakukan pengedalian tingkat keasaman lahan. Karena itu, salah satu penyebab hama tungro muncul. Kata PPL bisa ditaburkan kapur pertanian atau garam saat penyiapan lahan sebelum tanam nantinya,” imbuhnya.(bug)

