Selasa, April 7, 2026

BerandaEKONOMIBulog NTB Ditugaskan Beli 200 Ribu Ton Jagung Petani, Harga hingga Rp6.400...

Bulog NTB Ditugaskan Beli 200 Ribu Ton Jagung Petani, Harga hingga Rp6.400 Perkilo

 

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog Kantor Wilayah NTB mendapat target besar dalam pengadaan jagung tahun 2026. Dari total target 200 ribu ton yang ditetapkan pemerintah pusat, realisasi penyerapan hingga awal April baru mencapai 7.411 ton atau sekitar 3,71 persen.


Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menegaskan bahwa target tersebut merupakan bagian dari mandat nasional untuk memperkuat cadangan pangan, khususnya jagung. “Untuk Kanwil NTB diberikan target 200 ribu ton jagung,” jelas Regar, Selasa, 7 April 2026.


Meski capaian masih di bawah lima persen, Bulog NTB terus mendorong percepatan penyerapan di tengah masa panen yang mulai berlangsung di sejumlah daerah.


Dalam skema pengadaan, Bulog telah menetapkan harga pembelian sesuai ketentuan pemerintah. Untuk jagung dengan kadar air (KA) 18–20 persen, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram. Sementara untuk jagung dengan kadar air 14 persen dalam kemasan baru 70 kilogram, harga mencapai Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog.


“Kami beli sesuai ketentuan. Untuk KA 18–20 persen Rp5.500 per kilogram, dan KA 14 persen Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog,” jelasnya.


Mara juga memastikan petani dapat langsung menjual hasil panennya ke Bulog melalui gudang-gudang yang telah disiapkan. Skema ini diharapkan mampu mempermudah akses petani sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.


Kebijakan ini sejalan dengan langkah pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan keberpihakan pada petani jagung. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026, pemerintah menargetkan pengadaan jagung nasional sebesar 1 juta ton sepanjang 2026.


Dalam beleid tersebut, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan Rp5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18–20 persen. Penugasan pengadaan ini diberikan kepada Perum Bulog guna memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.


Dengan target besar yang dibebankan, Bulog kini ditugaskan pada dua hal besar, yakni mempercepat serapan jagung petani dan memastikan harga pembelian tetap menarik agar produksi dalam negeri terserap optimal. (bul)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO