Praya (Suara NTB) – Waktu pelaksanaan Musabbaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi NTB 2026 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) belum diputuskan. Finalisasi waktu pelaksanaan MTQ sendiri sejauh ini masih berlangsung antara Pemkab Loteng selaku tuan rumah dengan Pemprov NTB selaku penyelenggara. Pemkab Loteng sendiri mengusulkan MTQ digelar mulai 9 Juni 2026 mendatang.
“Tapi sesuai arahan Pemprov NTB minta lebih cepat,” sebut Kabag. Kesra Setda Loteng Lalu Musleh, saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (7/4/2026).
Ia mengatakan, terkait waktu pelaksanaan MTQ NTB tersebut dalam waktu dekat ini akan diputuskan bersama Pemprov NTB. Karena itu akan berpengaruh pada persiapan yang akan dilakukan oleh Pemkab Loteng sebagai tuan rumah. Baik itu dari sisi teknis penyelenggaraan maupun kesiapan venue yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan pertandingan.
Pemkab Loteng sendiri mengusulkan pelaksaan MTQ NTB digelar pada bulan Juni karena mempertimbangkan kesiapan venue MTQ. Khususnya kesiapan venue utamanya yang sejauh ini dinilai masih butuh pembenahan. Terutama pembenahan pada lanksapnya, itu butuh waktu yang cukup panjang.
Memang untuk bangunan utamanya sudah selesai dan siap digunakan. Namun, taman dan utilitas lainya masih butuh penataan dan pembenahan. Hal ini supaya venue utamanya bisa benar-benar siap dan bisa memberikan kenyamanan serta kesan positif bagi peserta dan penonton yang hadir menyaksikan gelaran MTQ.
“Kita ingin menjadi tuan rumah yang baik. Maka butuh persiapan yang lebih panjang. Itulah salah satu pertimbangan kita mengusulkan pelaksanaan MTQ NTB digelar pada bulan Juni mendatang,” terangnya.
Karena itu, pelaksanaan MTQ ini perlu dirapatkan segera dengan Pemprov NTB. Mengingat, banyak hal yang juga harus dibahas dan disepakati bersama, baik itu soal venue hingga pelaksaan event pendukung lainya, seperti pawai ta’aruf dan lainnya.
Disinggung venue pelaksanaan MTQ NTB, Musleh mengatakan sejauh ini sudah menyiapkan sejumlah lokasi guna mendukung delapan mata lomba yang akan dipertandingkan. Selain Bencingah Agung Masmirah sebagai venue utama, ada juga Masjid Agung Loteng.
Kemudian masjid dan GOR Poltekpar Lombok, auditorium kampus IPDN, Ballroom Kantor Bupati serta Sirkuit Mandalika. “Dipilihnya Sirkuit Mandalika sebagai salah satu venue MTQ dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan Sirkuit Mandalika kepada masyarakat NTB,” tegasnya. (kir)

