Mataram (Suara NTB) – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., bersama Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M. resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Prime Park Hotel, Mataram pada Rabu (8/4).
Penandatangan Momerandum of Understanding (MoU) tersebut, dilakukan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Penyelesaian Konflik Horizontal Berbasis Integrasi Hukum, Budaya, dan Kesejahteraan Sosial di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rektor ke-11 Unram, Prof. Sukardi mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan sosial, khususnya konflik horizontal yang terjadi di masyarakat.
Ia menekankan bahwa penyelesaian konflik tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif, melainkan harus melalui pendekatan yang komprehensif, mulai dari aspek hukum, budaya, hingga kesejahteraan sosial.
“Konflik tidak selalu bisa diprediksi. Secara teori mungkin disebabkan oleh perbedaan sosial atau ekonomi, tetapi di lapangan sering kali dipicu oleh hal-hal sederhana seperti kesalahpahaman. Karena itu, penyelesaiannya harus menyentuh berbagai aspek secara menyeluruh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Sukardi menyampaikan bahwa Unram telah membangun berbagai inisiatif kolaboratif, termasuk pembentukan pusat kajian sosial yang melibatkan akademisi lintas disiplin bersama mitra eksternal untuk merumuskan solusi berbasis riset.
Ia juga menegaskan komitmen Unram dalam mendorong peran akademisi, agar lebih berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui program “Profesor Berdampak” serta pengembangan desa berdaya yang berfokus pada penyelesaian persoalan sosial di tingkat akar rumput.
“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting agar dampaknya bisa dirasakan secara luas,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila, Prof. Adnan Hamid, menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama tersebut dan berharap kemitraan yang dibangun tidak berhenti pada aspek formalitas semata.
Ia menilai momentum FGD ini, menjadi peluang strategis untuk memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan tridharma.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sekadar penandatanganan MoU, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat bagi perguruan tinggi dan masyarakat,” ungkapnya.
Kedua Rektor berharap kerja sama ini, dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi konkret dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. (ron)

