Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa, mengusulkan sebanyak 349 formasi di penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Jumlah pengadaan pegawai ini mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
“Kita sudah bersurat secara resmi ke Kemenpan RB untuk menyikapi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga tahun 2027 sebanyak 349 formasi. Tinggal kita menunggu informasi lebih lanjut untuk pelaksanaan,” kata Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa, Budi Santoso kepada Suara NTB, Rabu (8/4).
Pengusulan tersebut dilakukan pemerintah untuk menutupi kebutuhan ASN di tahun 2027. Berdasarkan data kata Budi, ada sekitar 384 ASN yang akan pensiun dalam dua tahun, sehingga pengadaan ini untuk mengisi kekosongan tersebut.
“Memang yang kita usulkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah ASN yang akan pensiun. Itu kami lakukan dengan mempertimbangkan belanja pegawai,” ucapnya.
Budi turut merincikan, rencana pengadaan CPNS untuk tenaga teknis yang diusulkan sebanyak 88 formasi, tenaga kesehatan 67 formasi dan tenaga kependidikan sebanyak 194 orang. Formasi tersebut merupakan kebutuhan yang mendesak untuk dipenuhi oleh pemerintah karena dianggap masih kurang.
“Yang paling kita utamakan adalah kebutuhan dokter umum yang harus kita penuhi di seluruh puskesmas sebanyak 31 formasi dan dokter gigi sebanyak 18 formasi,” ujarnya.
Sementara untuk mendukung pelayanan dasar terutama tenaga guru, pihaknya juga sudah mengusulkan formasi terutama guru PHI, guru olahraga yang harus ada di sekolah baik di tingkat jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Selain itu, ada juga kebutuhan guru bimbingan konseling (BK). Khusus PHI sebutnya, lima diantaranya guru agama Hindu.
“Lima orang guru agama Hindu ini sesuai dengan kebutuhan yang ada di Dapodik. Kami berharap usulan itu bisa dipenuhi karena dianggap mendesak untuk dipenuhi,” tukasnya. (ils)

